Enam Kecamatan di Sleman Ini Rawan Puting Beliung dan Pohon Tumbang

Patricia Vicka    •    Senin, 20 Nov 2017 14:09 WIB
bencana
Enam Kecamatan di Sleman Ini Rawan Puting Beliung dan Pohon Tumbang
Ilustrasi pohon tumbang di kawasan Sleman. Sumber : BPBD Sleman

Yogyakarta: Memasuki musim hujan, warga di Kabupaten Sleman diminta waspada kehadiran puting beliung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat ada enam kecamatan yang rawan terjadi pohon tumbang karena angin puting beliung yakni, Sayegan, Mlati, Nganglik, Purwomartani, Godean dan Sleman.
 
Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto menjelaskan, ke enam kecamatan tersebut rawan terjadi puting beliung pada siang atau sore hari. Pasalnya, di daerah terjadi perbedaan suhu udara yang cukup tinggi dengan daerah sekitar sehingga memunculkan aliran angin yang besar.
 
“Daerah yang paling berpotensi terjadi angin kencang ada di Kecamatan Sayegan. Hampir semua desa berpotensi muncul angin dan membuat pohon tumbang,” ujar Joko melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Senin 20 November 2017.
 
Selama Oktober dan November saja, tercatat ada sekitar 40 pohon tumbang akibat puting beliung di enam kecamatan tersebut. Akibatnya sekitar 20 rumah di Sayegan dan tujuh rumah di Mlati rusak tertimpa pohon. Beruntung tak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa tersebut. 

Joko mengatakan, peristiwa pohon tumbang terakhir terjadi pada Sabtu 11 November 2017 di enam lokasi di antaranya Dusun Pelem Harjobinangun, Pakem, dan Dusun Pendowoharjo dan Sariharjo Nganglik.
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD SLeman Makwan mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah alat berat untuk menyingkirkan pohon tumbang, yaitu 15 buah mesin gergaji otomatis. “Kami juga kerjasama dengan Dinas PU dan DLH menyiapkan alat berat eskvator 2 buah dan crain 1 buah. Gunanya untuk menyingkirkan pohon tumbang yang menutupi jalan atau masuk ke rumah penduduk,” tuturnya.
 
BPBD turut mengajak seluruh masyarakat menjadi relawan siaga bencana. Setidaknya lebih dari 50 komunitas dan 1.600 relawan siap membantu BPBD jika terjadi bencana.

Kantor desa juga sudah disiapkan sebagai posko darurat bencana jika dibutuhkan sewaktu-waktu. Posko Antisipasi Bencana di kantor BPBD Sleman turut disiagakan selama 24 jam guna memberikan informasi datangnya bencana.


(ALB)