Cuaca di Laut Wilayah Jateng Diminta untuk Diwaspadai

Mustholih    •    Senin, 27 Nov 2017 12:16 WIB
cuaca ekstrem
Cuaca di Laut Wilayah Jateng Diminta untuk Diwaspadai
Ilustrasi cuaca ekstrem, MTVN - M Rizal

Semarang: Cuaca ekstrem diperkirakan melanda wilayah Jawa Tengah. Masyarakat yang beraktivitas di perairan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan pada perubahan mendadak kondisi cuaca di laut akibat adanya awan cumulonimbus.

"Kami sarankan para nelayan menunda aktivitas penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda. Waspada kondisi cuaca di laut akibat adanya awan Cumulonimbus," kata Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Semarang, Tuban Wiyono, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 27 November 2017.

Menurut Wiyono, cuaca ekstrem terjadi akibat tekanan rendah di selatan dan aliran masa udara basah dari barat Jawa Tengah. Hal ini mengakibatkan area belokan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan kondisi udara di sekitar Jawa Tengah menjadi sangat tidak stabil. 

"Interaksi kedua fenomena tersebut dengan kondisi cuaca lokal mengakibatkan beberapa potensi cuaca ekstrem di sekitar wilayah Jawa Tengah," ujar Wiyono menegaskan.

Wiyono menegaskan cuaca ekstrem terjadi sejak kemarin dan diperkirakan berlangsung hingga 28 November 2018. Potensi hujan lebat dan puting beliung (angin kencang) bakal menerjang di wilayah Ambarawa, Majenang, Wonosobo, Ungaran, Temanggung, Sragen, Semarang, Salatiga, Purworejo, Purwokerto, Purwodadi, Purbalingga, Pati, Mungkid, Magelang, Kendal, Kebumen, Jepara, Demak, Cilacap, Boyolali, Blora, Batang, dan Banjarnegara.

Adapun potensi gelombang tinggi terjadi di perairan Laut Jawa bagian tengah, Perairan selatan Jawa Tengah, dan Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah. 


(RRN)