Warga Surakarta Antusias Serbu Gunungan Garebek Mulud

Pythag Kurniati    •    Jumat, 01 Dec 2017 15:58 WIB
maulid nabi
Warga Surakarta Antusias Serbu Gunungan Garebek Mulud
Garebek Mulud, dua pasang gunungan dikirab.

Solo: Ratusan warga memadati Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat, 1 Desember 2017 atau 12 Rabiul Awal. Mereka menanti datangnya dua pasang gunungan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Gunungan dikirab dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Surakarta. Puncak acara prosesi sekaten ini diberi nama 'Garebek Mulud'.

"Sekaten ini adalah upacara yang dilakukan raja dalam rangka menghormati Kanjeng Nabi Muhammad sejak zaman Demak. Keluarnya gunungan ialah sebagai wujud syukur raja, sentana dalem dan Keraton Surakarta," kata Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo.

Adapun dua pasang gunungan yang dikirab terdiri dari dua gunungan jaler (laki-laki) dan dua gunungan estri (perempuan). Gunungan estri tersusun dari bahan makanan matang seperti rengginang dan intip.

Sedangkan gunungan jaler terdiri dari bahan makanan mentah, antara lain cabai, terong, kacang panjang dan aneka sayur mayur lainnya. Gunungan ini menyimbolkan rasa syukur pada Sang Pencipta yang telah melimpahkan hasil bumi.

Setelah tiba di Masjid Agung Surakarta, gunungan terlebih dahulu didoakan. Tanpa dikomando, dalam sekejap isi gunungan habis diperebutkan masyarakat yang hadir.

Salah seorang warga, Sutini, mengaku hampir setiap tahun datang ke acara Garebek Mulud. Dia berharap mendapatkan berkah dengan berebut isj gunungan.

"Cari berkah. Semoga rezekinya lancar, pekerjaan lancar," kata warga Boyolali itu.

Sementara itu, warga Solo, Sarmin meyakini kayu dan daun yang peroleh dari gunungan merupakan berkah dari Tuhan. "Saya kan jualan kandang. Kayu ini akan saya buat kandang. Semoga usahanya laris," ujar Sarmin.


(ALB)