Pekalongan Darurat Banjir Selama 14 Hari

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 04 Dec 2017 03:02 WIB
banjir
Pekalongan Darurat Banjir Selama 14 Hari
Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Pekalongan Utara, Jawa Tengah, Jumat (1/12). ANT/Harviyan Perdana.

Pekalongan: Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Status tanggap darurat bencana ini ditetapkan menyusul banjir yang menerjang dua kecamatan di Kota Pekalongan. 

Status tanggap darurat bencana terhitung mulai 1 hingga 14 Desember 2017, melalui SK Walikota Pekalongan Nomor 613/362 tahun 2017, tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir di Kota Pekalongan.

“Status tanggap darurat bencana banjir ini ditetapkan karena Kota Pekalongan telah terjadi bencana banjir yang luar biasa pada hari Jumat kemarin, yang merendam 9 kelurahan di dua kecamatan. Yakni 2 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat dan 7 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara,” ujar Walikota Pekalongan Saelany Mahfud, Minggu, 3 Desember 2017.

Saelany mengatakan, sejumlah sarana dan prasarana rusak akibat banjir. Sejumlah bangunan, tanggul, dan tambah milik warga, menjadi korban terjangan banjir.

“Kami masih mendata kerusakan akibat banjir kemarin. Kami juga sudah memerintahkan kepada DPU untuk menginventarisir kerusakan,” tambahnya.

Camat Pekalongan Utara Yos Rosyidi menjelaskan, masih ada sekitar 50 pengungsi yang menginap di Kantor Kecamatan Pekalongan Utara. Pengungsi bertahan karena rumah mereka masih digenangi banjir. Beberapa rumah, kata dia, sudah mulai surut.

“Sebelumnya kan ada 7 kelurahan. Kalau sekarang tinggal 2 kelurahan yang masih banjir, yakni Kelurahan Panjang Baru dan Kelurahan Kandang Panjang. Yang terdampak banjir ada sekitar 11 ribu jiwa,” papar Yos.

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Pekalongan mendirikan satu posko dapur umum untuk penyaluran bantuan makanan. Setiap hari Dinsos menyalurkan bantuan nasi bungkus dan air mineral kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat. 



(DRI)