Penyaluran Elpiji di Tegal Kerap Salah Sasaran

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 10 Oct 2017 20:27 WIB
kelangkaan elpiji
Penyaluran Elpiji di Tegal Kerap Salah Sasaran
Karyawan agen elpiji menata tabung untuk didstribusikan ke pangkalan di Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Tegal: Penyaluran gas elpiji tabung ukuran 3 Kg di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih kerap salah sasaran. Praktis, keberadaan elpiji subsidi untuk masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut acap mengalami kelangkaan.

"Gas elpiji 3 Kg semestinya untuk masyarakat tidak mampu," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Bakhrun, Selasa 10 Oktober 2017.

Penyaluran elpiji di Kabupaten Tegal belum sesuai peruntukan awalnya. Beberapa warga mampu masih menggunakan gas tersebut. Jika ini berlanjut, tentunya elpiji hijau itu bakal terus mengalami kelangkaan.

"Ini harus disosialisasikan lagi supaya peruntukkannya sesuai sasaran," ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti mengatakan, penyaluran elpiji 3 Kg sudah melebihi 3 persen dari kuota yang ditetapkan. Namun, pihaknya sering mendapat aduan warga yang mengaku kesulitan mendapatkan elpiji 3 Kg.

Saat ditindaklanjuti lewa pengecekan di lapangan, warga tersebut ternyata tergolong warga mampu.

"Sehingga perlu ada penekanan dan imbauan penyadaran ke masyarakat bahwa elpiji 3 Kg hanya untuk bagi warga miskin dan pelaku usaha mikro," kata Suspriyanti.

Warga mampu seharusnya beralih ke elpiji 5,5 Kg (bright gas) atau tabung 15 Kg. Termasuk Aparat Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang harus memakai gas nonsubsidi.

"Mereka (ASN dan PNS) harus bisa menjadi contoh baik di masyarakat," tandasnya.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Ernie Yuniarsih menambahkan, kuota elpiji 3 kg di Kabupaten Tegal pada tahun ini mencapai 13,8 juta tabung. Pasokan elpiji ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tidak mampu di Tegal.


(SUR)