Sultan Sebut Penyerangan Gereja tak Cerminkan Karekter Masyarakat Yogyakarta

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 11 Feb 2018 21:50 WIB
penyerangan
Sultan Sebut Penyerangan Gereja tak Cerminkan Karekter Masyarakat Yogyakarta
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (mengenakan baju bercorak biru) saat berada di RS Panti Rapih, Yogyakarta. (medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan kesedihannya atas penyerangan kegiatan peribadatan di Gereja Santa Lidwina Bedog Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman pada Minggu pagi, 11 Februari 2018. Ia mengaku prihatin atas penyerangan yang melukai sejumlah orang.

Pernyataan itu Sultan sampaikan saat mengunjungi sejumlah korban penyerangan yang dirawat di RS Panti Rapih Yogyakarta pada Minggu malam. "Saya sedih dan prihatin, karena saya juga kebetulan baru bisa pulang dari Jakarta sore tadi," kata Sultan. 

Menurut dia, tindak kekerasan bukan menjadi karakter masyarakat Yogyakarta. Ia menilai, masyarakat Yogyakarta selama ini memiliki kebersamaan sebagai budaya yang senantiasa dijaga. 

"Itu kenapa saya sedih tapi tidak bisa nangis. Karakter masyarakat Yogyakarta tidak demikian," tutur dia.

Bagi dirinya, penyerangan itu menjadi teror yang menimbulkan kekhawatiran bagi umat yang sedang beribadah. Ia mengaku tak bisa memahami pelaku sampai hati berbuat keji kepada sesama manusia. Sultan menyatakan menyesali semua peristiwa yang sudah terjadi. 

Orang nomor satu di DIY ini berharap kasus ini bisa terungkap dan tidak sampai terulang kembali. "Peristiwa yang seperti ini tidak boleh terjadi lagi.  Kekerasan itu bukan cerminan masyarakat Jogja," kata dia. 

Sebelumnya, Suliono, seorang warga Banyuwangi, Jawa Timur, melakukan tindak kekerasan saat proses ibadah di Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman pada Minggu pagi. Ia menyerang sejumlah orang di gereja itu.

Romo Karl Edmund Prier yang memimpin peribadatan mengalami luka bacok akibat tindak kekerasan Suliono. Selain Romo Prier, tiga jemaat juga mengalami luka dan dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih. Kini, Suliono dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY karena mengalami luka di kedua kaki setelah terkena peluru timah panas kepolisian untuk melemahkanya.


(SCI)