Polisi Brebes Bantu Petani Lewat Aksi Borong Bawang Merah

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 01 Jan 2018 20:27 WIB
inflasipangan
Polisi Brebes Bantu Petani Lewat Aksi Borong Bawang Merah
Polisi membeli bawang merah milik petani di Brebes, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Brebes: Ekonomi petani bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, terpuruk terjadi akibat harga bawang merah anjlok hingga Rp4.000 per kilogram. Selain merugi, mereka juga resah karena tidak bisa membayar utang ke bank.

Untuk meringankan beban petani, Kepolisian Resort Brebes menggelar aksi borong bawang merah petani yang tersebar di 17 wilayah polsek. Kapolres Brebes AKBP Sugiarto memerintahkan seluruh anggotanya untuk bisa membeli bawang merah milik petani.

“Perintah Kapolres kami untuk membantu petani dengan membeli bawang merah dengan harga standar, sehingga petani tidak mengalami kerugian,” kata Kapolsek Jatibarang, AKP Mulyono, Senin, 1 Januari 2018.

Ia mengaku mendatangi langsung petani untuk mendengar keluh kesah petani. Kemudian ia membeli 100 kilogram bawang merah petani dengan harga Rp15 ribu rupiah per kilogramnya.

“Rencanya bawang tersebut akan dibagikan ke para istri anggota Polsek untuk keperluan memasak,” ungkapnya.



Hal senada dikatakan Kapolsek Larangan AKP Joko Witanto. Dia mengatakan, aksi pembelian bawang  serentak oleh anggota Polri tidak lain untuk membantu mendongkrak harga bawang merah di Brebes  yang saat ini sedang anjlok dapat naik. Apalagi bawang yang dibeli harganya di atas harga pasar saat ini.

"Aksi ini merupakan langkah kami untuk membantu petani di Brebes, sehingga harga bawang bisa naik," katanya.

Sementara Darso,43, petani bawang meras asal Desa Kendawa, Kecamatan Jatibarang mengaku, sangat terbantu dengan aksi borong bawang tersebut. Sebab, bawang hasil panennya yang tidak bisa dijual karena harganya anjlok dapat terserap.

Langkah polisi itu diharapakan juga bisa diikuti Pemkab Brebes sehingga akan lebih banyak bawang merah petani yang terserap dan harga bisa merangkak naik.

"Kami bersyukur dengan aksi pembelian yang dilakukan polisi ini. Bawang saya terjual dengan harga Rp 15.000 per kilogram. Saya minta pemerintah daerah juga menyerap bawang petani agar harga bisa stabil," ujarnya.

Dia menambahkan, harga bawang merah terus merosot sejak dua bulan lalu. Dari harga kisaran Rp20.000 per kilogram terus turun hingga paling parah saat ini Rp 3.000 - Rp 4.000per kilogram. Jika kondisinya seperti itu, petani bawang rugi besar dan terancam gulung tikar. Apalagi, modal yang digunakan untuk menanam sebagian besar dari pinjaman bank.

"Dengan pembelian bawang merah dari polisi ini, terus terang kami senang karena sangat terbantu," pungkasnya.



Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan petani bawang merah di Kabupaten Brebes bersama para mahasiswa berunjukrasa dengan memblokde jalur Pantura Brebes, tepatnya di depan Kantor Bupati Brebes, Jumat, 29 Desember 2017.

Aksi tutup jalur pantura itu menyusul kekecewaan para petani karena harga bawang terus merosot hingga titik terendah Rp4.000 per kilogram. Mereka menuntut pemerintah segera mengambil langkah menstabilkan harga bawang, karena anjloknya harga bawang itu telah membuat
petani rugi hingga puluhan juta rupiah.


 


(SUR)