Pencantuman Penghayat Kepercayaan di KTP-el Tunggu Aturan dari Pusat

Agus Utantoro    •    Kamis, 09 Nov 2017 12:47 WIB
kepercayaan
Pencantuman Penghayat Kepercayaan di KTP-el Tunggu Aturan dari Pusat
Ilustrasi -- ANT/Yulius Satria Wijaya

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta masih menunggu aturan dari pemerintah pusat untuk mengisi kata `penghayat kepercayaan` pada kolom agama di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

"Apakah sistemnya sama seperti yang selama ini kami lakukan untuk mengisi kolom agama di e-KTP atau tidak," kata Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta Sisruwadi, Kamis 9 November 2017.

Menurut Sisruwadi, saat ini ada enam agama yang diakui di Indonesia yang masuk dalam basis data atau sistem pengisian KTP-el. Sehingga, petugas tinggal memilih agama yang sesuai dengan data warga untuk dimasukkan dalam kolom agama.

(Baca: Penerbitan Dokumen Data Kependudukan Akan Dibenahi)

Jika aliran kepercayaan harus dimasukkan, kata Sisruwadi, maka sistem pada komputer terkait KTP-el harus diubah agar dapat mengakomodasi. Jika tidak, sistem komputer akan menolak karena tidak ada kolom aliran kepercayaan.

Sisruwadi menjelaskan, petugas tidak bisa langsung mengisi atau mengetikkan jenis aliran kepercayaan secara langsung tanpa adanya perubahan sistem. "Harus masuk dalam sistem dulu sehingga bisa ditampilkan. Artinya, aliran kepercayaan itu harus tercatat terlebih dulu," lanjutnya.

(Baca: Mendagri Diminta Segera Atur Pencantuman Penghayat Kepercayaan di KTP)

Sebelum ada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), petugas akan mengosongkan kolom agama jika warga yang memohon e-KTP adalah penganut aliran kepercayaan tertentu. "Memang aturannya seperti itu," kata Sisruwadi.

Berdasarkan catatan yang ada pada Dinas Kebudayaan, di DIY terdapat 36 aliran kepercayaan. Sementara, Kantor Kesatuan Bangsa Kota Yogyakarta mencatat 21 jenis aliran kepercayaan yang ada.


(NIN)