Peneliti: Kecil Kemungkinan Ganjar Kembali Pimpin Jateng

Mustholih    •    Senin, 24 Jul 2017 19:08 WIB
pilgub jateng 2018
Peneliti: Kecil Kemungkinan Ganjar Kembali Pimpin Jateng
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Semarang: Petahana Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Kudus Musthofa Wardoyo unggul dibanding 20 nama dalam survei bertajuk ‘Siapakah Tokoh yang Berpotensi Memimpin Provinsi Jawa Tengah pada Pilgub 2018'. Survei dilakukan oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia.

Namun, tingkat elektabilitas Ganjar hanya mencapai 15,2 persen. Sedangkan Mustofa menyodok di posisi pertama dengan 16,6 persen.

Direktur LKPI, Arifin Nurcahyono, mengatakan, kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (KTP-el), menjadi kampanye negatif bagi Ganjar. 

Arifin juga menyebut, kasus KTP-el juga mendongkrak popularitas Ganjar. Meski tingkat keterpilihannya turun, popularitasnya masih tinggi. Yakni, 89,3 persen. Sementara Musthopa 79,2 persen.

Dia menilai kecil kemungkinan petahana kembali memimpin Jateng. Apalagi, popularitas Ganjar terkait hal yang bersifat negatif. "Sangat berat," kata Arifin melalui keterangan tertulis pada Metrotvnews.com, di Semarang, Senin, 24 Juli 2017.

Survei dilakukan pada 8-18 Juli 2017 dengan 1.668 responden yang diambil dari total 27.385.217 pemilih Pilpres 2014 di Jateng. Tingkat kepercayaan survei diklaim 95 persen dengan margin of error lebih kurang 2,4 persen.

Nama lain yang masuk lima besar terpopuler setelah Ganjar dan Musthofa adalah Yoyok Riyo Sudibyo (73,2 persen) ,Komjen Budi Waseso (71,2 persen), dan Nusron Wahid (45,3 persen).

Namun, lagi-lagi tingkat popularitas tak linier dengan elektabilitas. Tiga nama lain yang berada di bawah Musthofa dan Ganjar adalah mantan Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko (7,6 persen). Lalu, Ferry Joko Juliantono (5,4 persen) dan mantan bupati Batang Yoyk Riyo Sudibyo (4,3 persen). 

Arifin mengaku ada 20 nama yang muncul dalam survei yang dilakukan. Nama-nama itu muncul dari metadata survei dari perbincangan dan pemberitaan.


(SAN)