FPI Jateng Bantah Mau Dongkel Pancasila

Mustholih    •    Kamis, 27 Jul 2017 13:06 WIB
perppu pembubaran ormas
FPI Jateng Bantah Mau Dongkel Pancasila
Ilustrasi: Massa FPI saat berunjuk rasa di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta. (Media Indonesia/Susanto)

Metrotvnews.com, Semarang: Front Pembela Islam Jawa Tengah membantah tuduhan ingin menggeser Pancasila sebagai ideologi bangsa. FPI diklaim sebagai ormas yang pancasilais dan sejak awal konsisten memerangi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Menggeser bagaimana? Wong PKI saja dihabisin oleh FPI. FPI dari dulu paling gencar supaya PKI yang anti-Pancasila jangan sampai tumbuh kembang. FPI sejak dulu enggak suka orang-orang anti-Pancasila," kata Ketua Bidang Advokasi FPI Jawa Tengah, Zainal Petir, di Semarang, Kamis, 27 Juli 2017. Zainal tak menjelaskan detail pengikut PKI yang diperangi.

Bantahan dari FPI tersebut keluar setelah Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng merilis lima organisasi massa di luar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terindikasi ingin mendirikan khilafah dan menggeser Pancasila dengan syariah.

Baca: Selain HTI, Lima Ormas Diduga Bakal Geser Ideologi Pancasila

Lima ormas itu adalah FPI, Aliansi Nasional Anti-Syiah (ANAS), Jamaah Ansarut Tauhid, Majelis Mujahidin Indonesia, dan Forum Umat Islam. Di Jawa Tengah, kelima organisasi ini tidak mengantongi surat keterangan terdaftar (SKT) sebagai organisasi massa resmi.

Zainal Petir menyatakan tuduhan Kesbangpol tersebut sangat tidak berdasar. Dia meminta di tengah tensi kondisi nasional yang tinggi, Kesbangpol Jawa Tengah tidak sembarang bicara.

"Itu pernyataaan ngawur oleh aparatur sipil negara (ASN). Itu bisa membuat perpecahanan, padahal ASN sesuai UU sebagai perekat bangsa. Jangan bikin pernyataan yang membuat fitnah," ungkap Zainal.

Namun, Zainal mengakui sebagai ormas, FPI Jawa Tengah memang belum terdaftar di Kesbangpol. Alasannya, mendaftarkan ormas yang sudah memiliki badan hukum ke Kesbangpol tidak begitu penting.

"Kalau sudah berbadan hukum tidak perlu mendaftar (Kesbangpol).  FPI sudah berbadan hukum," tegas Zainal.


(SAN)