Petugas BPJS Ketenagakerjaan Solo Kenakan Kostum Negara Tujuan TKI

Pythag Kurniati    •    Senin, 04 Sep 2017 13:37 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Petugas BPJS Ketenagakerjaan Solo Kenakan Kostum Negara Tujuan TKI
Petugas BPJS Ketenagakerjaan Solo menggunakan kostum negara tujuan TKI dalam pelayanan -- MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Ada yang berbeda dengan petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Solo, Jawa Tengah. Hari ini, mereka bekerja dengan memakai kostum negara-negara tujuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Pemakaian kostum negara tujuan TKI ini karena mulai 1 Agustus 2017 BPJS Ketenagakerjaan diberi amanah untuk mengcover TKI yang bekerja di luar negeri," kata Direktur Perencanaan Strategis dan TI Sumarjono di Solo, Jawa Tengah, Senin 4 September 2017.

Menurut Sumarjono, para TKI yang akan bekerja di luar negeri diwajibkan mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan. Ada dua program yang diwajibkan diikuti para TKI, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKN).

"Besarnya iuran yaitu Rp370 ribu untuk dua program tersebut," terang Sumarjono.

Sumarjono menjelaskan, kewajiban BPJS Ketenagakerjaan ini bukan hanya diberlakukan bagi TKI yang berangkat melalui Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS). Tapi, juga perseorangan.

Hingga kini, lanjut Sumarjono, sudah ada 48.000 TKI di Solo yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. "Kalau potensinya, bisa sampai 300.000 TKI dalam waktu setahun," papar dia.

Sumarjono menambahkan, negara tujuan TKI terbanyak adalah Korea, Hongkong, Taiwan, Malaysia, dan Singapura. BPJS Ketenagakerjaan menggagas mendirikan kantor layanan di negara-negara dengan jumlah TKI terbanyak tersebut.

"Kami mencoba koordinasi terus dengan dengan kedutaan besar di luar negeri," katanya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Suwilwan Rachmad menjelaskan, pihaknya melakukan komunikasi dengan pihak terkait guna menggenjot program TKI ber-BPJS. "Baik dengan dinas kerja wilayah kerja Surakarta serta dengan pihak imigrasi," pungkasnya.


(NIN)