Kekeringan Meluas, BPBD Tambah Pasokan Air Bersih

Rhobi Shani    •    Senin, 04 Sep 2017 12:27 WIB
kemarau dan kekeringan
Kekeringan Meluas, BPBD Tambah Pasokan Air Bersih
BPBD melakukan droping air bersih pada warga

Metrotvnews.com, Jepara: Krisis air bersih di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terus meluas. Jumlah pasokan air bersih untuk warga yang terdampak pun terus ditambah.
 
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Jamaludin menyampaikan, tiga desa yang semula mendapat pasokan air dua kali sepekan, kini ditambah menjadi tiga kali sepekan.
 
“Itu karena ada permintaan tambahan. Dengan adanya permintaan tambahan ini berarti warga yang terdampak juga bertambah,” ujar Jamaludin, Senin 4 Sepetember 2017.
 
Jamaludin bilang, tiga desa yang mendapat pasokan air tiga kali sepekan yaitu, Desa Kedungmalang, Desa Kalianyar Kecamatan Kedung dan Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit.
 
“Ini ada permintaan droping air baru saja masuk dari Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari,” kata Jamaludin.
 
Guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, Jamaludin menambahkan, pihaknya terpaksa membeli air dari mata air gunung Muria. Pasalnya, PDAM yang digadang-gadang mampu memasok kebutuhan air bersih warga juga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air pelanggannya sendiri.
 
“Sampai saat ini belum ada kendalam mendapatkan air bersih. Kami beli air isi ulang dari mata air gunung Muria,” ungkap Jamaludin.
 
Sekali droping, ditambahkan Jamaludin, air yang dibagikan untuk warga sebanyak 6.000 liter. Selanjutnya, air disimpan pada tandon yang sudah disiapkan, baru kemudian didistribusikan pada masyarakat.
 
“Soal penempatan tandon air diserahkan ke pihak desa,” kata Jamaludin.
 
Kondisi saat ini di Desa Blimbingrejo, disampaikan Jamaludin, sumur warga banyak yang mengering. Sementara sumur pantek hasil bantuan salah satu perusahaan lokasinya jauh dari pemukiman sehingga susah diakses warga. Sementara jaringan perpipannya belum merata karena keterbatasan anggaran di desa.
 
“Sampai saat ini kami belum mendapat data dari masing-masing desa, berapa jumlah warga yang sudah terdampak kekeringan ini,” pungkas Jamaludin.



(ALB)