Kekeringan di Yogyakarta Meluas

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 20 Jul 2017 19:22 WIB
kekeringan
 Kekeringan di Yogyakarta Meluas
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Wilayah terdampak kekeringan di Yogyakarta bertambah. Di Kabupaten Gunungkidul, misalnya, kini ada delapan dari semula tujuh kecamatan yang langka air.

Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sutaryono, mengatakan, kekeringan tersebar di Kecamatan Girisubo, Nglipar, Panggang, Paliyan, Purwosari, Rongkop, Tanjungsari, dan Kecamatan Tepus. Desa Kedungkeris di Kecamatan Nglipar bahkan sudah butuh bantuan air bersih.

"Total warga terdampak kekeringan 46 ribu jiwa," ujar Sutaryono di Yogyakarta, Kamis, 20 Juli 2017. 

Menurut Sutaryono, petugas BPBD hingga kini sudah mengirimkan 200 tangki air bersih ke delapan kecamatan itu. Per hari rata-rata 28 tangki. Dia mengakui, bantuan air bersih memang belum menjangkau semua masyarakat. 

"Paling tidak bisa mengurangi pengeluaran masyarakat untuk membeli air," ungkapnya. 

Sutaryono menambahkan, persediaan air dari 262 telaga di Gunungkidul kini tak bisa lagi diandalkan. Air di sejumlah telaga sudah tak layak konsumsi.  "Anggaran bantuan air bersih sekitar Rp600 juta. Jika kurang akan ditambah dari APBD perubahan 2017," katanya. 

Di Kabupaten Bantul, kekeringan tak separah Gunungkidul. Sejumlah kecamatan yang biasanya terdampak kekeringan saat musim kemarau, yakni Dlingo, Imogiri, Pajangan, Piyungan, Pleret, dan Pundong. 

"Yang mengajukan bantuan air bersih baru Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri. Ini ada dua dusun, yakni Kedungbuweng dan Dengkeng. Yang terdampak sekitar 400 jiwa," ujar Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto. 

BPBD Bantul masih memantau wilayah yang mambutuhkan bantuan air. Namun, pihaknya tetap meminta masyarakat melalui pemerintah desa mengajukan bantuan air bersih jika mengalami kekurangan air. 

"Bukan ingin membuat sulit, tapi agar penyaluran tepat sasaran. Kita juga sudah koordinasi dengan pemerintah desa. Anggaran bantuan air bersih kami sekitar Rp40 juta," kata dia. 


(ALB)