Ketum PKB Minta Warga Nadliyin Bantu Menangkan Marwan Jafar

Mustholih    •    Jumat, 21 Jul 2017 23:23 WIB
pilkada 2018
Ketum PKB Minta Warga Nadliyin Bantu Menangkan Marwan Jafar
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, saat konsolidasi pengurus Nahdlatul Ulama dan PKB di Semarang, Jumat 21 Juli 2017. (MTVN/Mustholih)

Metrotvnews.com, Semarang: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, meminta kader-kadernya memenangkan mantan Menteri Desa, Marwan Jafar, dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah 2018. Marwan diklaim Cak Imin, sapaan akrabnya, bakal membangun Jawa Tengah menjadi lebih baik.

"Pak Marwan jadi Gubernur, Jateng bisa mengejar ketertinggalan dari Jatim dan Jakarta. Pak Marwan akan membangun Jateng lebih baik. Dia adalah bagian dari bangunan panjang pesantren kita," kata Cak Imin dalam konsolidasi pengurus Nahdlatul Ulama dan PKB di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 21 Juli 2017.

Cak Imin menyatakan PKB sedang menggalang dukungan kepada partai-partai yang setuju mengusung Marwan Jafar sebagai Calon Gubernur Jawa Tengah.

"Kita sedang menggalang seluruh partai-partai untuk bersatu dalam koalisi. Kita akan dukung Pak Marwan," ungkap Cak Imin.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Cak Imin juga meminta kader PKB melakukan konsolidasi dengan warga Nahdliyin. Menurut Cak Imin, nasib Nahdlatul Ulama ke depan harus ditentukan oleh warga Nahdliyin sendiri. 

"Tidak ada pilihan kecuali keluarga NU dan PKB bersatu tanpa ada pikiran negatif apapun. Kita bangun rasa saling percaya. Kuncinya satu, kalau dia santri dia kita percaya. Dia ulama, dia kyai, kita percaya. Kalau ada kekurangan, kita maklumi bersama sehingga tidak ada saling curiga," jelas Cak Imin.

Menurut Cak Imin, kader PKB dan warga Nahdliyin harus lebih agresif mengubah nasib mereka sendiri. PKB dan NU disebut sudah berkali-kali menyerahkan nasib mereka ke orang lain tapi tidak pernah mendapat perhatian tulus. 

"Kulo matur nasib pesantren bolak-balik dinunutkan ke orang lain, hasilnya kita tidak mendapat perhatian tulus. Kita akan rebut sendiri hak-hak kyai, menciptakan umat mandiri kokoh lahir dan batin. Tidak ada pilihan, tidak boleh pasif, tidak boleh menunggu. Kita harus bergerak agresif," jelas Cak Imin.


(LDS)