Tiga RS di Solo Raya Kembali Layani Pasien BPJS

Pythag Kurniati    •    Senin, 07 Jan 2019 16:24 WIB
bpjs kesehatan
Tiga RS di Solo Raya Kembali Layani Pasien BPJS
Kepala BPJS Surakarta Agus Purwono dalam penandatangan kembali perjanjian kerjasama BPJS Kesehatan dengan rumah sakit, Medcom.id - Pythag

Solo: BPJS Kesehatan memperpanjang kontrak kerja sama dengan tiga rumah sakit di Solo dan sekitarnya, Jawa Tengah. Sebelumnya, kerja sama tiga RS dengan BPJS Kesehatan itu diputus karena alasan sertifikasi akreditasi.

Perpanjangan kontrak ditandai dengan penandatanganan kerja sama di Kantor BPJS Kesehatan Solo di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Banjarsari. Penandatanganan kerja sama berlangsung pada Senin, 7 Januari 2019.

Kepala BPJS Kesehatan Solo, Agus Purwono, menyebutkan tiga rumah sakit itu yaitu RSUI Kustati Solo, RSI Amal Sehat Sragen, dan RSU Amal Sehat Wonogiri. Tiga rumah sakit itu melayani pasien BPJS mulai hari ini.

Perpanjangan kontrak juga merupakan tindak lanjut dari surat rekomendasi Kementerian Kesehatan. Rekomendasi perpanjangan kontrak BPJS Kesehatan dengan 169 rumah sakit di Indonesia tersebut tertuang dalam Surat Menteri Kesehatan Nomor HK.03.01/Menkes/18/2019.

"Masyarakat tidak perlu gaduh lari sana sini pindah-pindah rumah sakit. Langsung hari ini layanan BPJS dibuka kembali," kata Kepala BPJS Kesehatan Solo, Agus Purwono, Senin, 7 Januari 2019.

Meski telah menandatangani kerja sama, Agus memastikan proses akreditasi masih tetap berjalan. "Semoga triwulan satu ini akreditasi sudah selesai semua," ujarnya.

Sebelumnya, akibat dari pemutusan kerja sama dengan BPJS Kesehatan, jumlah pasien di tiga RS tersebut menurun cukup drastis. Sejak 2 Januari, terhitung penurunan jumlah pasien mencapai 50 persen.

"Biasanya pasien rawat jalan ada 200 orang sehari, rawat inap 20-an orang. Penurunan mencapai 50 persen," kata Direktur RSU Amal Sehat Wonogiri, Rizky Mukti Sejati.

Rizky menjelaskan sebenarnya RS-nya telah mengajukan perpanjangan akreditasi sejak awal Desember 2018. Namun karena banyak RS yang juga mengajukan, dirinya harus menunggu sampai akhir Januari 2019 untuk disurvei.

"Dengan adanya peristiwa ini, berarti ke depan akan mengurus perpanjangan akreditasi 6 bulan sebelum habis masanya," tutup dia.



(RRN)