Akhir Tahun, Toilet Bawah Tanah Malioboro Bisa Digunakan

Patricia Vicka    •    Selasa, 28 Nov 2017 12:13 WIB
lingkungan hidup tata kota
Akhir Tahun, Toilet Bawah Tanah Malioboro Bisa Digunakan
Gubernur DIY memantau proses pembangunan toilet bawah tanah di kawasan Malioboro, Senin, 28 November 2017, MTVN - Vicka

Yogyakarta: Yogyakarta memiliki toilet yang berlokasi di bawah tanah. Tepatnya, toilet berada di bawah area Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Fasilitasnya menggunakan standar hotel berbintang lim.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memantau lokasi pembangunan toilet. Gubernur mengecek progres pembangunan, pembuangan saluran air, posisi kloset pria dan wanita, serta kondisi alat penyiram air atau flush.

"Targetnya, akhir tahun toiletnya sudah bisa dipakai wisatawan yang mendatangi lokasi ini," kata Gubernur saat memantau lokasi, Senin, 27 November 2017.

Gubernur juga meminta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, selaku pengampu proyek, untuk melakukan beberapa perbaikan dan tambahan. Misalnya, menambah kemiringan lantai toilet.

"Butuhnya lantai agak miring. Jadi aliran air langsung masuk ke saluran. Kalau enggak, bakal jadi becek dan licin," ujar Sultan.

Sultan juga meminta kloset untuk anak-anak. Sehingga anak-anak juga bebas menggunakan toilet tanpa bercampur dengan penggunjung dewasa.

Toilet terdiri dari empat ruang. Ada toilet untuk pria, perempuan, ruang khusus difabel, dan ruang laktasi. Desain toilet menyerupai kamar mandi di hotel berbintang lama. 

Sebagai penunjang kenyamanan, mesin pendingin ruangan atau AC dipasang. Kamera pemantau CCTV juga dipasang untuk memantau keamanan.

Proyek pembangunan toilet dimulai April 2017. Pembangunannya menelan anggaran sebesar Rp5,7 miliar. Anggarannya menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) 2017.

Toilet berbentuk huruf L. Luas tanah mencapai 320 meter persegi. Sedangkan luas bangunan toilet 291 meter persegi.

Bangunan toilet berada di kedalaman lima meter di bawah permukaan tanah. Pembangunan toilet bawah tanah dengan fasilitas bintang lima ini dilakukan sebagai bagian dari revitalisasi kawasan Malioboro. 

Titik Nol Kilometer Yogyakarta merupakan bagian dari kawasan Malioboro. Persediaan toilet di kawasan tersebut terbilang sulit ditemukan. Biasanya, pengunjung menggunakan toilet di perkantoran atau tempat perbelanjaan.



(RRN)