Pekalongan Kekurangan 1.935 Tenaga Pendidik

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 24 Oct 2017 14:35 WIB
pendidikan
Pekalongan Kekurangan 1.935 Tenaga Pendidik
Beberapa siswa belajar di ruang kelas dalam genangan air rob di Pekalongan, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pekalongan: Kabupaten Pekalongan kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Setidaknya dibutuhkan 1.935 orang tenaga baru karena banyak pengajar yang menutup masa pengabdian.

"Menurut data per September 2017, Dindikbud kekurangan tenaga pendidik dan kependidikan mencapai 1.935 orang," papar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pekalongan, Catur Emilyati, Selasa 24 Oktober 2017.

Total ASN tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan sebanyak 4.299 orang. Meliputi 3.220 orang untuk SD dan sebanyak 1.079 orang untuk SMP.

Menurut Catur, saat ini jumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Pekalongan terdiri dari 458 SD dan 63 SMP. Disdikbud terpaksa putar otak untuk menutupi sementara defisit tenaga pengajar di seluruh sekolah tersebut.

"Kekurangan jumlah ASN di sekolah tersebut kini ditutup oleh guru tidak tetap dan pegawai non-ASN,” terangnya.

Sebagian dari mereka mereka kini telah mendapatkan bantuan Kesra dari Pemkab Pekalongan. Untuk bantuan tahap pertama sudah diberikan kepada 714 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) non ASN di sekolah negeri. Masing-masing mendapatkan Rp500 ribu per bulan selama satu tahun.

“Untuk bantuan ini sudah kita salurkan selama enam bulan,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya masih menyusun bantuan serupa untuk tahun 2018 agar dapat memenuhi lebih banyak PTK.

“Tahun ini, kegiatan pemberian kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan non PNS ini anggarannya mencapai Rp 7,328 miliar. Dari 1.213 PTK, yang sudah diproses tahap pertama sebanyak 714 orang,” papar Catur.

Ia berharap, bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan non PNS. Sehingga mereka semakin semangat dalam mencerdaskan generasi muda bangsa, khususnya di Kabupaten Pekalongan.
 


(SUR)