Di Kulonprogo, 1.010 Ha Lahan Tanaman Padi Puso Akibat Banjir

Agus Utantoro    •    Selasa, 27 Sep 2016 12:30 WIB
banjir
Di Kulonprogo, 1.010 Ha Lahan Tanaman Padi Puso Akibat Banjir
Petani memanen padi lebih awal di areal sawah yang masih terendam banjir di Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (14/4/2016). Foto: Antara/Destyan Sujarwoko

Metrotvnews.com, Kulonprogo: Sekitar 1.010 hektare tanaman padi mengalami puso akibat terendam banjir yang terjadi pada Sabtu dan Minggu 18-19 September lalu. 

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulonprogo Bambang Tri Budi mengatakan lahan pertanian yang terendam banjir tersebar di Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Galur, Sentolo dan Kokap.

"Lahan tanaman padi yang terendam banjir paling parah ada di Temon yang mencapai 312 hektare. Total kerugian masih menunggu empat hingga lima hari ke depan," kata Bambang, di Kulon Progo, Selasa (27/9/2016).

Selain lahan padi, banjir juga merendam tanaman kedelai seluas 721 hektare, melon 490 hektare, cabai 30 hektare, dan bawang merah 15 hektare.

Bambang mengatakan di Kecamatan Temon luas tanaman padi yang terendam seluas 312 hektare, kedelai 12 hektare, dan melon seluas 16 hektare. Titik yang paling parah terendam air adalah Temon Barat.

Selanjutnya, di Kecamatan Wates lahan yang terendam banjir untuk tanaman padi seluas 223 hektare, cabai 10 hektare yang berada di Desa Ngestiharjo, Giripeni, dan Triharjo. 

Di Kecamatan Panjatan tanaman padi yang puso seluas 265 hektare, kedelai 80 hektare, melon 70 hektare dan cabai 35 hektare. Di Kecamatan Gakur tanaman padi yang terendam 87 hektare, kedelai 387 hektare, dan melon 350 hektare. 

Kemudian, Kecamatan Lendah, luasan tanaman padi yang terendam seluas 69 hektare, kedelai 240 hektare, cabai 30 hektare, bawang merah 20 hektare, dan melon ada ratusan hektare. Dan Kecamatan Pengasih lahan yang terendam banjir seluas 70 hektare dan Kokap 15 hektare. 

"Kondisi tanaman padi yang paling parah di Wates, Temon, dan Panjatan. Rata-rata di tiga kecamatan ini, tanaman padi sedang ngapak atau penyerbukan. Kalau penyerbukan tergenang air, maka tidak jadi," kata Bambang.

 


(UWA)