76 Rumah Masih Bertahan di Bantaran Bengawan Solo

Pythag Kurniati    •    Kamis, 29 Sep 2016 16:39 WIB
normalisasi sungai
76 Rumah Masih Bertahan di Bantaran Bengawan Solo
Petugas Satpol PP membongkar rumah, yang telah menerima ganti rugi, di kawasan bantaran Bengawan Solo, Juli 2016. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Sejak relokasi bantaran Bengawan Solo dilakukan pada 2008, hingga saat ini sebanyak 76 bangunan berstatus hak milik (HM) di bantaran belum diproses oleh pemiliknya. Mereka keberatan atas nilai ganti rugi bangunan.

Fakta tersebut diungkapkan Sukendar Tri Cahyo Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Solo.

“Selama ini pemerintah pusat memberikan ganti rugi bangunan sebesar Rp8,5 juta, apapun kondisi bangunannya. Sedangkan untuk ganti rugi tanah HM dihitung per meter persegi dan memakai APBD,” ungkapnya, Kamis (29/9/2016).

Beberapa pemilik bangunan berstatus HM, lanjut dia, keberatan dengan nilai ganti rugi bangunan sebesar Rp8,5 juta yang tak berubah dari tahun ke tahun.

Hingga kini, pemerintah kota masih mencari solusi terkait wacana menaikkan harga ganti rugi bangunan. Pasalnya, ganti rugi bangunan dibiayai pemerintah pusat melalui APBN. 

Angka ganti rugi Rp8,5 juta/meter muncul dalam kesepakatan antara Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dengan Pemkot Solo pada 2007 silam. Karenanya, angka itu tidak bisa serta merta diganti. Harus sesuai dengan dasar hukum yang memayungi. "Tidak bisa sembarangan,” ujar dia.

Sejak memulai relokasi kawasan bantaran tahun 2008, Pemkot telah berhasil merelokasi 1.418 warga berstatus tanah negara dan 207 warga berstatus HM. Jumlah tersebut tersebar di beberapa kelurahan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo seperti Kelurahan Sangkrah, Kelurahan Sewu dan Kelurahan Semanggi.


(SAN)