Waspadai Wilayah Rawan Longsor dan Angin Kencang di Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Kamis, 06 Oct 2016 11:15 WIB
longsor
Waspadai Wilayah Rawan Longsor dan Angin Kencang di Yogyakarta
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi curah hujan pada Oktober dan November 2016 meningkat dua kali lipat dibandingkan September.

Koordinator Pos Klimatologi pada BMKG Yogyakarta Joko Budiono meminta masyarakat dan pemda meningkatkan kewaspadaan longsor. Utamanya di  lereng gunung, perbukitan, dan tanah yang tidak begitu kuat.

Wilayahnya antara lain, di Kabupaten Kulon Progo seperti Samigaluh yang merupakan daerah perbukitan Menoreh. Sedangkan di Kabupaten Sleman, bagian lereng Merapi, Pakem, Cangkringan dan perbukitan di Prambanan.

"Tanah longsor paling berpotensi di Sleman. Karena curah hujan lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya," ujarnya melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Kamis (6/10/2016).

Selain itu, menurutnya, beberapa wilayah di Gunungkidul juga berpotensi terjadi tanah longsor meski curah hujan tak selebat di Sleman atau Kulon Progo.

Joko juga meminta warga waspada pada pohon tumbang akibat angin kencang. Pasalnya, kecepatan angin diprediksi mencapai 10-20 knot per jam. "Satu knot itu mencapai 1,8 kilometer/jam. kalau kecepatan 20 knot itu sudah bisa merobohkan pohon," tuturnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman Purwanto mengaku telah memangkas pucuk-pucuk dahan sejumlah pohon yang terlalu lebat. "Ini upaya pencegahan jatuhnya korban," tuturnya.


(SAN)