Bangunan di Ponpes yang Pernah Dikunjungi Jokowi Terbakar

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 15 Sep 2016 17:43 WIB
kebakaran
Bangunan di Ponpes yang Pernah Dikunjungi Jokowi Terbakar
Pengelola Ponpes Attauhidiyah memeriksa bangunan yang rata dengan tanah usai dilahap api, Kamis (15/9/2016). (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Kantin yang berada di kompleks ‎Pondok Pesantren (Ponpes) Attauhidiyah, Giren, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, terbakar, Kamis, 15 September. Tidak ada korban, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut salah satu santri, Musafir, kebakaran terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Api pertama kali muncul dari bagian atap. "Api langsung membesar dan menjalar," tuturnya.

Melihat itu, warga dan para santri bergegas memadamkan api dengan air yang bersumber dari sejumlah keran dan kolam di sekitar kompleks asrama. Namun, bangunan yang terbuat dari kayu dan keberadaan barang-barang mudah terbakar membuat si jago merah sulit dijinakkan.

Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian, setelah bangunan rata dengan tanah. Sejumlah perabotan dan barang elektronik di bangunan 5x7 meter itu juga tak bisa diselamatkan.

Dua unit mobil pemadam kebakaran baru tiba setelah api mulai padam. Petugas lantas melokalisir api agar tak lagi berkobar.

Kapolsek Talang AKP Mujahid mengungkapkan, penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. "Hasil pemeriksaan dan olah TKP, ada dugaan korsleting listrik di bangunan yang terbakar. Bangunan yang terbakar semi permanen," katanya.

Mujahid juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kebakaran. Saat kejadian, tidak ada aktivitas santri di dalam bangunan yang terbakar.

"Kalau kerugian material dari penghitungan sekitar Rp70 juta termasuk bangunan," ungkapnya.

Salah satu pengurus Ponpes Attauhidiyah Iing Solihin mengatakan, bangunan yang terbakar hanya kantin berikut dapur yang khusus digunakan santri putri.

"Lokasinya jauh dari bangunan asrama santri putri. Saat kejadian belum ada aktivitas santri," katanya.



Kebakaran juga tidak mempengaruhi aktivitas santri yang berjumlah sekitar 3.000 anak‎. Kegiatan ponpes yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo pada bulan puasa lalu itu tetap berlangsung seperti biasa.

"Para orang tua atau wali santri dan masyarakat tidak perlu khawatir," ucapnya.


(SAN)