Korban Puting Beliung Cari Utangan Perbaiki Rumah

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 25 Apr 2018 19:49 WIB
puting beliung
Korban Puting Beliung Cari Utangan Perbaiki Rumah
Kegiatan gotong royong membersihkan kerusakan rumah warga akibat puting beliung. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Gandung Widiarto, warga Dusun Sorowajan, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tak menyangka atap rumahnya rusak akibat bencana puting beliung, Selasa, 24 April 2018. Rumah warga RT 3 Dusun Sorowajan berusia 42 tahun ini nyaris tak beratap.

Sekitar 40 lembar asbes atap rumah Gandung kocar-kacir akibat puting beliung. Peristiwa itu terjadi saat dirinya bersantai di rumah.

"Ndak tahu kerugiannya berapa. Tapi atas asbes ada 40 (lembar) lebih yang beterbangan kemarin," ujarnya di Dusun Sorowajan pada Rabu, 25 April 2018.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, keluarganya harus berusaha keras untuk memperbaiki rumahnya. Ia harus meminjam uang tetangga untuk membeli atap seng pengganti asbes yang raib.

Ia mengaku sudah beli 22 lembar seng dengan harga per lembarnya Rp66 ribu. "Habis kejadian sementara ditutup terpal, kan ada bantuan. Ini memperbaiki pinjam uang tetangga," kata lelaki yang berkerja sebagai petugas kebersihan ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul Dwi Daryanto mengungkapkan, ada sebanyak 108 rumah rusak dengan berbagai macam kondisi usai bencana alam kemarin. Menurutnya, BPBD masih melakukan pendataan rinci rumah warga Bantul yang rusak.

"Kita juga akan berikan bantuan atap berupa asbes dan seng. Ini agar cepat karena cuaca masih berpotensi hujan saat siang atau sore," kata dia.

Dalam keterangan tertulis BMKG Yogyakarta, potensi munculnya awan kumolonismbus masih mengancam hati ini. Hal ini bisa memicu hujan dengan beragam intensitas, dari sedang hingga lebat yang disertai angin kencang bahkan petir.

"Potensinya bisa terjadi di wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta dan dapat meluas kewilayah Bantul," jelas Kepala BMKG Yogyakarta, I Nyoman Sukanta.


(SUR)