BPBD Latih Warga Hadapi Erupsi Merapi

Patricia Vicka    •    Kamis, 17 Nov 2016 15:43 WIB
gunung merapi
BPBD Latih Warga Hadapi Erupsi Merapi
Pengunjung melihat pameran foto karya fotografer jurnalistik, Boy T. Harjanto di salah satu rumah yang terbakar awan panas di kaki Gunung Merapi, Dusun Petung, Cangkringan, Sleman, Rabu (28/10/2015). Foto: Antara/Regina Safri

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY akan menyelenggarakan pelatihan kesiapsiagaan bencana erupsi Merapi bagi warga Yogyakarta. Pelatihan ini turut akan menggandeng BPBD Jawa Tengah, tim SAR dan ribuan relawan. 

Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno menjelaskan pelatihan ini lakukan selama 2017 agar masyarakat siap dan tahu ke mana harus bertindak ketika letusan terjadi. 

"Erupsi Merapi itukan ada siklusnya. Sampai sekarang belum ada tanda meletus. Tapi, kami mempersiapkan masyarakat sebelum terjadi bencana," ujarnya kepada Metrotvnews.com di Yogyakarta, Kamis (17/11/2016). 

Serangkaian pelatihan dan gladi lapangan akan diselenggarakan di desa-desa yang berada di Kecamatan Cangkringan. Kecamatan ini terletak di kaki Gunung Merapi yang akan mengalami dampak pertama ketika meletus. 

Dalam gladi lapangan nanti masyarakat akan diajarkan untuk peka membaca tanda-tanda alam sebelum letusan, ke mana harus berkumpul sebelum mengungsi, siapa saja pihak yang menjadi komando, ke mana harus mengungsi, dan bagaimana penanganan setelah letusan. 

Di tahap awal, BPBD DIY akan menggelar pelatihan bagi 1.200 relawan letusan merapi pada awal Desember 2016. Para relawan ini disiapkan sebagai pemandu dan pendamping warga saat Merapi meletus. 

"Kami juga sudah punya tim Reaksi Cepat (TRC) yang nanti akan memberitahu gejala-gejala alam sebelum Merapi meletus," katanya. 

BPBD DIY telah mengajukan anggaran Rp18 miliar di RAPBD 2017. Sebagian besar anggaran akan disiapkan untuk pos kegiatan pencegahan dini bencana, yakni sekitar Rp7 miliar. Disusul dengan pos program penanggulangan bencana sebesar Rp4 miliar, pos pemulihan usai bencana Rp3 miliar, dan untuk kesekretariatan BPBD DIY.

 


(UWA)