60 Persen Wilayah Kabupaten Kendal Rawan Bencana

Iswahyudi    •    Rabu, 30 Nov 2016 16:31 WIB
bencana
60 Persen Wilayah Kabupaten Kendal Rawan Bencana
Peralatan penanggulangan dan penanganan bencana milik BPBD Kendal saat Apel Siaga Bencana di Alun-alun Kendal, Jateng, Rabu (30/11/2016). (Metrotvnews.com/Iswahyudi)

Metrotvnews.com, Kendal: Fenomena alam berupa longsor dan banjir mengancam hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status siaga darurat bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kendal mencatat, 16 dari total 20 kecamatan (60 persen) terindikasi rawan longsor. Sedangkan potensi banjir berpotensi terjadi di 10 kecamatan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal Slamet, menyebut siaga darurat bencana ditetapkan mulai 1 Oktober 2016 hingga 28 Februari 2017. "Sejak ditetapkan, sudah terjadi 34 peristiwa bencana," katanya, usai Apel Siaga Bencana di Alun-alun Kendal, Rabu (30/11/2016).

Rinciannya, tiga kali banjir, tiga angin kencang, dan 28 peristiwa berupa longsor dan lain-lain seperti orang tenggelam dan kecelakaan di laut.

Kepala BPBD Kendal, Sigit Sulistyo menyebut, daerah rawan longsor berada di Kecamatan Kota Kendal, Brangsong, Ngampel, Patebon, Weleri, Gemuh, Ringinarum, dan Kaliwungu Selatan. Selain itu, Kecamatan Singorojo, Boja, Limbangan, Patean, Pageruyung, Plantungan, Sukorejo, dan Cepiring.

Sedangkan yang rawan banjir, Kecamatan Brangsong, Ngampel, Patebon, Kota Kendal, Rowosari, Kangkung, Weleri, Ringinarum, Cepiring, dan Pegandon.

''Sementara untuk wilayah bencana angin kencang merata di 20 kecamatan dengan intensitas tinggi di daerah Kendal atas," kata Sigit. 

BPBD Kendal mengklaim telah siap menghadapi kemungkinan bencana. Persiapan dari sisi personel, peralatan, hingga logistik dinilai siap untuk menanggulangi dan menangani bencana.


(SAN)