Diskusi Gestok 1965 di UGM Diawasi Ormas

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 04 Oct 2016 20:16 WIB
hari kesaktian pancasila
Diskusi Gestok 1965 di UGM Diawasi Ormas
Suasana diskusi bertema "Ekonomi Politik Indonesia Pasca Perististiwa Gestok '65" di MAP FISIP UGM. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Massa anggota berbagai ormas mendatangi diskusi yang membahas peristiwa 1965 di gedung Magister Administrasi Publik (MAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (4/10/2015). 

Tema diskusi itu adalah "Ekonomi Politik Indonesia Pasca Peristiwa Gestok '65". Adapun anggota ormas yang mengawasi antara lain dari Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI), dan Paguyuban Seksi Keamanan Kraton (Paksi Katon). Mereka memakai seragam masing-masing.

Pantauan Metrotvnews.com, sejumlah anggota ormas tersebut masuk ke dalam ruang diskusi. Beberapa di antaranya berada di di luar gedung MAP FISIP UGM.

Sejumlah pentolan ormas yang tampak yakni Komandan Paksi Katon, Muhammad Suhud, dan pentolan Front Anti Komunis Indonesia (FAKI), Burhanudin. Burhanudin mengenakan pakaian bercorak merah-putih bertuliskan "Gerakan Bela Negara DPW DIY".

Tak hanya anggota ormas, intelijen juga berada di antara peserta diskusi. Satu di antaranya adalah Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polresta Yogyakarta, Kompol Wahyu Dwi Nugroho.

Diskusi menghadirkan dua pembicara, yakni dosen Kajian Budaya dan Media Pascasarjana UGM, Budiawan, dan perwakilan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP), Badri. 

Diskusi yang berlangsung selama dua jam itu membahas polemik kondisi perekonomian pasca 1965, orde baru, dan reformasi. "Di era Orde Baru menjadi masa runtuhnya kerajaan kertas, namun kertas yang menjadi emas. Di era reformasi, nilai tukar rupiah yang saat itu Rp2.600 bisa tembus Rp19.000 per dolar," kata Budiawan.

Forum diskusi berjalan baik. Akan tetapi, suasana sempat panas di tengah diskusi saat Suhud berujar, "kalau diskusi ini melenceng, kami siap bergerak," kata dia.

Selain Suhud, Burhanudin juga sempat berbicara di tengah diskusi. Burhanudin sempat mempertanyakan latar belakang dan keberadaan YPKP. Meski begitu, diskusi bisa berlangsung hingga selesai.

"Terima masih kepada kita semua. Kita nantikan acara diskusi edisi selanjutnya. Temanya menyusul," kata moderator pemandu diskusi.

Masa ormas tak langsung meninggalkan MAP FISIP UGM meski acara selesai. Beberapa di antaranya menunggu di luar gedung. Setelah sebagian besar peserta diskusi meninggalkan lokasi, barulah mereka membubarkan diri.



(UWA)