Cuaca Ekstrem, BPBD DIY Siaga Banjir dan Tanah Bergerak

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 21 Sep 2016 17:22 WIB
cuaca ekstrem
Cuaca Ekstrem, BPBD DIY Siaga Banjir dan Tanah Bergerak
Ilustrasi longsor, Ant

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyiagakan personel jelang musim hujan. Sejumlah potensi bencana yang diantisipasi yakni banjir dan tanah bergerak atau longsor.

Staf Kedaruratan BPBD DIY, Enaryaka, mengatakan berkoordinasi dengan BMKG untuk mengikuti perkembangan cuaca. Ia menyebut, cuaca ekstrem berulang kali terjadi di DIY dalam beberapa hari terakhir.

Ia menyebutkan pada Selasa 20 September, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di DIY. Wilayah di bantaran sejumlah sungai pun banjir. Misalnya Sungai Code, Gendol, dan Winongo.

"Tapi kondisinya landai, belum mengkhawatirkan," kata Enaryaka saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (21/9/2016).

Ia menyebut, BPBD mengantisipasi tanah bergerak akibat dari tingginya curah hujan. Tiap kabupaten/kota, lanjutnya, memiliki titik rawan tanah bergerak masing-masing.

Di Sleman, daerah yang diantisipasi yakni di Kecamatan Cangkringan, Turi, dan Pakem. Di Kulon Progo, kawasan rawan tersebut berada di Girimulyo dan Samigaluh. Di Bantul, daerah rawan berada di Kretek, Pundong, Pleret, Imogiri, dan Dlingo. Dan, di Gunungkidul; ada di Patuk, Ngawen, Gedangsari, dan Panggang.

Ia menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota untuk memantau kawasan-kawasan tersebut saat kondisi hujan. BPBD, lanjutnya, juga memasang  rambu-rambu peringatan.

"Kami juga menyiagakan komunitas relawan di bantaran sungai. Mereka akan melaporkan jika sewaktu-waktu terjadi banjir dan tanah bergerak," katanya.



(RRN)