Bupati Kulon Pogo Minta DIY Sematkan Status Bahaya Kekeringan

Patricia Vicka    •    Senin, 28 Aug 2017 16:05 WIB
kemarau dan kekeringan
Bupati Kulon Pogo Minta DIY Sematkan Status Bahaya Kekeringan
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo meminta Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta segera meningkatkan status kekeringan menjadi bahaya. Status bahaya kekeringan ini bersifat sementara untuk secepatnya mengatasi kekeringan di wilayahnya.

Peningkatan status dimaksudkan agar pihaknya cepat memberikan bantuan. "Jangan sampai telat. Kalau bisa dalam dua minggu ini ditetapkan dalam situasi bahaya," ujar Hasto usai menjadi pembicara dalam acara Angkringan Kebangsaan dan Deklarasi Pelajar Toleran DIY 2017 di Taman Pancasila Universitas Negeri Yogyakarta, Senin, 28 Agustus 2017.

Status bahaya itu, kata Hasto, akan dievaluasi tiap dua minggu sekali. Jika bantuan dirasa cukup mengatasi kekeringan, status tersebut bisa diturunkan.

Pekan lalu Hasto mengaku sudah mendatangani surat pernyataan peningkatan status siaga bencana kekeringan di Kulon Progo. Dalam waktu dekat pihaknya akan mengirimkan surat tersebut ke Pemda DIY untuk mengesahkan peningkatan status.

Dengan status ini, Hasto berharap adanya tambahan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Wilayah terdampak kekeringan paling parah, menurutnya, berada di tiga kecamatan yakni Kalibawang, Samigaluh, dan Girimulyo.

"Ada tiga desa di tiga kecamatan itu yang paling parah terdampak. Saya kita ketiganya perlu dapat perhatian serius dari pemda," tegasnya.

Pihaknya sudah menggandeng pihak kepolisian untuk membantu pengiriman air bersih ke wilayah tersebut. Untuk sementara, pihaknya sudah meminta PDAM Kulon Progo untuk mengalirkan air dari Sungai Progo dengan sistem pipanisasi.

"Saya sudah minta PDAM mempercepat naikkan air dari Sungai Progo ke daerah kekeringan di Samigaluh melalui pipanisasi. Debitnya ditambah jadi 50 liter per detik," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno, mengatakan, pihaknya masih menunggu surat permohonan kenaikan status ini. Sambil menunggu, BPBD DIY mengkaji dan menyusun strategi mengatasi kekeringan di Kulon Progo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo memetakan ada 183 titik yang tersebar di sembilan kecamatan di Kulon Progo, rawan kekeringan. Sebagian besar berada di perbukitan Menoreh.


(SAN)