Masyarakat Peduli Madrasah Tolak Penerapan FDS

Patricia Vicka    •    Selasa, 15 Aug 2017 18:57 WIB
sekolah sehari penuh
Masyarakat Peduli Madrasah Tolak Penerapan FDS
Koalisi Masyarakat Peduli Madrasah demo di depan kantor Bupati Sleman, DIY untuk menolak penerapan FDS di madrasah. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Warga nahdliyin yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Madrasah (KMPM) berdemonstrasi di depan kantor Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, 15 Agustus 2017. Mereka menolak pemberlakuan sekolah sehari penuh atau full day school (FDS) di madrasah.

Massa juga meminta Presiden Jokowi mencabut Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah. "Selama ini madrasah dininyah yang tidak pernah diurus negara, tiba-tiba saja diberangus oleh permendikbud," ujar Abdul Muiz, Ketua lembaga perekonomian PCNU sekaligus Kader Ansor Sleman. Demo diklaim diikuti 300 orang.

Ia khawatir terbitnya Permen ini akan membatasi ruang madrasah diniyah di Indonesia. Pemberlakuan FDS dikhawatirkan waktu belajar agama siswa madrasah akan hilang dan diganti pendidikan karakter versi kemendikbud.

Padahal selama ini Madrasah punya sistem pendidikan karakter dan punya sistem penilaian siswa yang berbeda. Pembentukan karakter siswa dilakukan dengan memberi pembelajaran tambahan nilai-nilai agama Islam usai sekolah.

Baca: Kemenag Yogya Tolak FDS di Madrasah

"Kami khawatir siswa madrasah diniyah yang tidak bisa mengikuti pembelajaran agama karena penerapan FDS berbeda. 
Madrasah Diniyah ini merupakan sekolah yang melahirkan pemimpin besar seperti KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan," tegasnya.

Selain itu ia menilai infrastruktur dan para guru yang ada belum siap memberlakukan FDS. Mereka berharap Pemkab Sleman tidak memberlakukan FDS ke madrasah. 

Kemarin, Kepala Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta Muhammad Lutfi Hamid juga mengungkapkan penolakan FDS di madrasah. Dia menilai pendidikan karakter yang dicita-citakan FDS telah terpenuhi di madrasah.


(SAN)