Usai Periksa Pengelola, KPK Sita Satu Unit Apartemen di Solo

Pythag Kurniati    •    Kamis, 07 Sep 2017 12:15 WIB
korupsi
Usai Periksa Pengelola, KPK Sita Satu Unit Apartemen di Solo
Ilustrasi KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Solo: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga saksi di Kota Solo, Jawa Tengah. Salah satunya Direktur Operasional PT Sunindo Gapura Prima Budianto Wiharto, pengelola Apartemen Solo Paragon.

Budianto dipanggil sebagai saksi pada Rabu, 6 September 2017. Pemanggilan dirinya terkait dengan kepemilikan salah satu unit apartemen di Solo Paragon.

"Aliran dananya untuk membeli salah satu unit apartemen di sini," ungkap Budianto saat dihubungi, Kamis 7 September 2017.

KPK juga menyita satu unit apartemen tersebut. Namun, Budianto mengaku tidak tahu persis pemeriksaan terkait siapa atau kasus apa.

Menurut Budiano, pemilik apartemen bukan tersangka yang ditangkap KPK. "Pemilik apartemen ini perempuan. Sedangkan, setahu saya yang ditangkap laki-laki," imbuhnya.

(Baca: Jadi Tersangka, Eks Dirjen Kementan Dicegah ke Luar Negeri)

Pemilik apartemen juga tidak langsung membeli dari manajemen. Beberapa tahun lalu, Budianto menjual apartemen pada seseorang seharga Rp400 juta.

"Kemudian, seseorang itu menjual lagi pada perempuan ini. Artinya, sudah tangan kedua," jelas dia.

Sementara, Kasatreskrim Polres Surakarta Kompol Agus Puryadi membenarkan adanya pemeriksaan saksi-saksi oleh KPK. "Benar, salah satu ruangan di Mapolres dipinjam untuk pemeriksaan," kata dia.

Agus menjelaskan, pemeriksaan berjalan kemarin selama lima jam. Dia pun mengaku, tidak mengetahui pasti kasus yang tengah ditangani KPK.

"Waktu saya tanya, hanya bilang, kasusnya sudah berjalan," pungkas Kasatreskrim.


Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto

Terkait korupsi pupuk
Dikonfirmasi terpisah, juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan ada pemeriksaan yang dilakukan ke pihak manajemen Apartemen Solo Paragon. Apartemen yang dimaksud pun telah disita penyidik karena diduga terkait dengan kasus.

"Siang ini tim KPK lakukan penyitaan terhadap satu unit apartemen di Solo Paragon," kata Febri.

Dia menyebut, penyitaan ini terkait perkara pengadaan pupuk di Kementerian Pertania pada 2013 dengan tersangka mantan Dirjen Hortikultura Kementan Hasanuddin Ibrahim dan petinggi PT Hidayah Nur Wahan Sutrisno (ST).

"Apartemen yang disita diduga milik tersangka ST yang diindikasikan terkait keuntungan yang diperoleh dari proses pengadaan," pungkasnya.

(Klik juga: KPK Telusuri Penganggaran Pupuk Hayati di Kementan)

Kasus dugaan korupsi di Kementan ini terbongkar dan tiga orang ditetapkan tersangka. KPK mencium korupsi dalam proyek pengadaan pupuk hayati di Kementan pada 2013.

Para tersangka adalah Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian periode 2010–2015 Hasanuddin Ibrahim, Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Direktorat Jenderal Hortikultura pada 2013 Eko Mardiyanto, dan Sutrisno dari swasta.

Ketiganya dinilai menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana terkait pengadaan pengendalian OPT. Perbuatan mereka dinilai telah merugikan negara sekitar Rp10 miliar dalam pengadaan dengan milai kontrak sekitar Rp18 miliar ini.

Atas perbuatannya tersebut, Hasanuddin Ibrahim, Eko Mardiyanto, dan Sutrisno disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(SUR)