Petani Kendal Mengembangkan Padi Tahan Air Asin

Iswahyudi    •    Jumat, 29 Sep 2017 13:29 WIB
pangan
Petani Kendal Mengembangkan Padi Tahan Air Asin
Panen padi varietas tahan air asin di desa Purwokerto Brangsong, Kendal. Foto: MTVN/Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Petani wilayah pesisir Kabupaten Kendal mengembangkan varietas padi tahan air asin. Pengembangan untuk mengatasi dampak instruksi air laut yang terjadi pada lahan mereka. Uji coba penanaman varietas tersebut dilakukan petani di desa Purwokerto dan Turunrejo, Kecamatan Brangsong, Kendal.

Petugas Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTKP) Provinsi Jawa Tengah, Karyanisih, mengatakan uji coba sudah dilaksanakan sejak tahun lalu. Beberapa varietas padi tahan air asin diuji tahun ini. Di antaranya Dendang, Inpari 35, Ciherang, dan Impara 9.

Ada 65 hektare tanaman padi di pesisir Kabupaten Kendal yang toleran dengan air asin. Desa Purwokerto Kecamatan Brangsong ini menjadi tempat uji coba karena mempunyai lahan sawah di pinggir pantai. Jika air laut pasang, maka air asin akan masuk di areal persawahan. Tanaman padi pun mati.

"Dengan varietas ini  para  petani di pesisir  tadak perlu khawatir,  padi   bervarietas  toleran dengan air  asin ini bisa  di tanam dengan kadar asam hingga ber-pH 8. Varietas padi  yang ditanam petani biasanya mati, jika terkena kadar air garam ber-pH 2," kata  Karyaningsih, Jumat 29 Serptember 2017.


Panen padi  varietas tahan  air asin di desa Purwokerto Brangsong, Kendal. Foto: MTVN/Iswahyudi


Hasil panen padi  Inpari 34 dan 35 pun cukup tinggi. Tiap hektarenya dapat menghasilkan padi tujuh sampai sembilan ton. Padahal, padi jenis biasa hanya menghasilkan empat sampai enam ton per hektare di lahan yang sama.

Hingga saat ini, uji coba pengembangan varietas padi tahan air asin terus dilaksanakan di Desa purwokerto Brangsong. Jika hingga tahun depan uji coba memuaskan, varietas padi ini akan disebarluaskan ke seluruh petani pesisir.

Sementara itu, Kepala  UPTD Pertanian Kecamatan Brangsong Nona mengatakan,  sudah banyak petani yang berminat walau uji coba baru memasuki tahun kedua.


 


(SUR)