Agen First Travel Jogja Terancam Rugi Rp4,1 Miliar

Patricia Vicka    •    Kamis, 24 Aug 2017 11:47 WIB
ibadah umrah
Agen First Travel Jogja Terancam Rugi Rp4,1 Miliar
Warga antre untuk mengurus pengembalian dana (refund) terkait permasalahan umrah promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kasus penipuan Biro perjalanan umrah First Travel turut menimpa agen di daerah. Salahsatunya agen First Travel di Yogyakarta Nur Vira Isnaini. Dia terancam merugi Rp 4,1 miliar. 

Vira mengatakan, jumlah itu adalah estimasi akumulasi dari seluruh biaya yang sudah dikeluarkan dari 300 calon jemaah yang mendaftar ke dirinya. Hingga kini 300 orang itu belum diberangkatkan dan menuntut pengembalian uang kepada dirinya. 

Ia menjelaskan setiap individu yang mendaftar ke First Travel dikenakan biaya umrah rata-rata sebesar Rp14,3 juta perorang. “Perorang Rp14,3 juta dikali 300 orang, ditambah ada beberapa yang sudah membayar ongkos tambahan Rp2,5 juta, lalu ada biaya ongkos lain-lainnya. Estimasi kerugian 300 orang itu sekitar Rp4,1 miliar,” kata Vira melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Kamis 24 Agustus 2017.
 
Vira berharap, First Travel Pusat segera mengembalikan uang serta dokumen calon jemaah yang sudah mendaftar. Pasalnya dirinya bingung karena terus didesak oleh para korban yang meminta uang kembali. Padahal ia tidak memegang uang calon jamaah sepersenpun. Semua pembayaraan langsung disetor ke rekening First Travel di Jakarta.

"Orang-orang tahu First Travel dari Internet. Saya enggak ada promosi. Datang langsung ke tempat saya buat daftar dan kasih dokumen. Uang langusng ditransfer ke rekening pusat (First Travel di Jakarta),” katanya.  
 
Vira mengaku membantu sang ayah menjadi agen Biro Umrah First Travel sejak tahun 2015. Tercatat sudah ada sekitrar 400 warga seluruh DIY yang mendaftar ke tempatnya. Dari jumlah tersebut baru ada 100 orang yang diberangkatkan. 

Jika berhasil memberangkatkan, dirinya akan mendapatkan komisi Rp200 ribu perorang. Sementara lainnya dijanjikan berangkat tahun ini dalam waktu yang berbeda-beda.
 
Atas permasalahan itu, dirinya akan menyeret pemilik First Travel ke ranah hukum. Ia sudah menyewa seorang pengacara dan sudah melengkapi berkas-berkas yang diperlukan untuk menggugat. Ia berharap Kasus ini bisa segera disidangkan dipengadilan dalam waktu dekat.
 
Sebelunya para korban penipuan Biro First Travel satu persatu mulai berani mengadu ke Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY). Tercatat hingga Rbau 23 Agustus ada 19 korabn yang sudah melapor ke LKY.



(ALB)