Pelajar Yogyakarta Rawan Jadi Sasaran Psikotropika

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 04 Oct 2017 14:44 WIB
obat berbahaya
Pelajar Yogyakarta Rawan Jadi Sasaran Psikotropika
Ilustrasi. MTVN/Syahmaidar

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pelajar menjadi salah satu sasaran utama peredaran psikotropika dan sejenisnya di wilayah Yogyakarta. Guru SD pun mengakui, banyak pelajar Yogyakarta yang menjadi pengguna obat-obatan ilegal.

Guru SD di Kabupaten Sleman berinisial W mengaku, pernah melihat gerak-gerik mencurigakan siswanya. Dari kecurigaan itu, ia menggali informasi dari teman siswa tersebut.

"Siswa itu kadang bergerombol dengan beberapa temannya. Ada kecurigaan, tapi memang tak bisa memastikan berkaitan obat-obatan psikotropika atau bukan," ujar W kepada Metrotvnews.com pada Rabu, 4 Oktober 2017.

Dalam penggalian informasi itu, W, memperoleh informasi siswa tersebut biasanya menghirup sebuah wadah secara bergantian dengan sejumlah temannya. Ia mengaku, pernah melihat wadah yang dihirup siswa itu di tempat sampah.

"Siswa itu kemungkinan menghirup lem. Tapi ada informasi juga kalau beberapa siswa ikut mengonsumsi obat-obatan. Meskipun saya tak bisa menemukan langsung buktinya," ujarnya.

Kepala BNNP DIY Brigjen Triwarno Atmojo membenarkan, jika kalangan pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta jadi konsumen psikotropika. Saking parahya, pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta pernah menduduki peringkat pertama konsumen obat-obatan di Indonesia.

"Ini secara umum. Dari yang pernah mengonsumsi, coba-coba, hingga yang kecanduan," ujar Triwarno ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Obat-obatan jenis sabu ataupun ekstasi banyak diciduk dari tangan pelajar. Kendati temuan tak banyak karena biasanya dijual dengan kemasan dan dijual dengan sistem putus.  

"Memang tak hanya pelajar yang biasanya tertangkap, tapi juga orang dewasa. Hingga September 2017 sudah ada sembilan orang yang tertangkap," kata dia.


(SUR)