Wali Kota Solo Minta Pedagang Tak Naikkan Harga

Pythag Kurniati    •    Jumat, 22 Dec 2017 19:22 WIB
sembakonatal dan tahun baru
Wali Kota Solo Minta Pedagang Tak Naikkan Harga
Operasi Pasar yang digelar di halaman Pasar Gede Solo, Jumat, 22 Desember 2017.

Solo: Wali Kota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo, mengimbau agar pedagang tidak memanfaatkan momentum Natal dan tahun baru (Nataru) untuk menaikkan harga bahan pokok. Ia meminta, pedagang mengambil keuntungan seperti hari normal.

"Pedagang jangan sampai memanfaatkan momentum hari besar nasional maupun hari besar keagamaan," beber Rudy, demikian ia biasa disapa di Pasar Gede, Solo, Jumat, 22 Desember 2017.

Sebab jika hal tersebut dilakukan, kata dia, berimbas pada kondusifitas Solo. "Kenaikan harga yang tidak wajar menyebabkan kepanikan di masyarakat," beber dia.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta Bidang Advisori dan Pengembangan Ekonomi Daerah, Taufik Amrozy memaparkan, angka inflasi periode Januari-November 2017 di Kota Solo mencapai 1,99 persen. 

Jumlah tersebut diprediksi sesuai target  yang telah ditentukan tahun ini, yakni 3,5 persen ± 1 persen.

Sedangkan Desember kali ini, inflasi diperkirakan berada di angka 0,45 persen. "Kami harapkan inflasi bulan Desember tidak melebihi perkiraan target 0,45," katanya.

Adapun langkah yang dilakukan TPID yakni melakukan operasi pasar. Hari ini operasi pasar dilakukan di Pasar Gede Solo.

Kepala Dinas Perdagangan Surakarta, Subagyo mengatakan, 520 tabung elpiji 3 kilogram disediakan dalam operasi pasar. "Dijual sesuai HET, Rp 15.500 per tabung," ujarnya

Selain itu, dalam Operasi Pasar juga disiapkan beras sebanyak 10 ton. Untuk beras medium dijual seharga Rp 8 ribu per kilogram. Sedangkan beras premiun dijual Rp 11 ribu per kilogram.

"Operasi pasar terus kita lakukan bergilir di beberapa tempat sampai 29 Desember 2017 dan akan berlanjut jika dibutuhkan," tutupnya.


(ALB)