Polda Jateng Tindak 40 Kasus Tambang Ilegal sepanjang 2017

Mustholih    •    Kamis, 21 Dec 2017 19:43 WIB
tanah longsor
Polda Jateng Tindak 40 Kasus Tambang Ilegal sepanjang 2017
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Semarang: Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyoroti lokasi galian C Kali Bebeng, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, yang beberapa hari mengalami longsor dan menelan sejumlah korban jiwa. Tambang tersebut dipastikan ilegal.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Komber Lukas Akbar Abriari menyebut tambang naas tersebut bukan satu-satunya area galian tambang di Jawa Tengah. Sepanjang 2017, Polda Jawa Tengah sudah menangani 30-an kasus tambang ilegal.

"Tambang ilegal, kita lakukan tindakan sekitar 30 kasus sepanjang 2017. Ditambah yang kita tangani bersama polres ada 40 kasus," ujar Lukas saat dihubungi Medcom.id, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 21 Desember 2017.

Polisi sudah menetapkan sejumlah tersangka dari puluhan kasus tambang-tambang ilegal tersebut. Tak jarang di tambang ilegal itu juga terjadi longsor yang memakan korban jiwa.

Namun, Lukas tidak menjelaskan detail pidana penambang yang dicokok. "Semua kasus sudah ada tersangka," jelas Lukas.

Adapun untuk longsor di Kali Bebeng, Magelang, Lukas menyatakan bahwa kasus itu sedang ditangani Kepolisian Resort Kabupaten Magelang. "Itu yang tangani Polres. Saya belum tahu sejauh mana perkembangannya," tegas Lukas.

(Baca: Pemprov Jateng Sebut Tambang Longsor di Magelang Ilegal)

Seperti diketahui, longsor terjadi di tebing sungai Kali Bebeng, Magelang, pada Senin,18 Desember 2017. Puluhan pekerja tambang tertimbun material longsor. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sedikitnya delapan pekerja tambang tewas tertimbun longsor saat bencana itu terjadi.

Menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, setiap muncul tambang ilegal, pihak berwenang yang menangani adalah Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng. Teguh menyatakan Pemprov Jateng sudah berupaya semaksimal mungkin membina para penambang liar.

"Prinsipnya Pak Gubernur, kalau itu tambang liar, memang kawasan pertambanganan disarankan legalisasi. Kalau di luar kawasan pertambangan, kita tutup. Kita tidak mematikan tapi mengarahkan mereka melakukan perizinan agar berhati-hati," tegas.

(Klik: Pencarian Korban Longsor Tambang Pasir di Magelang Dihentikan)


(SUR)