PT KAI Berbenah Antisipasi Bencana Alam Ganggu Perjalanan Kereta

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 18 Dec 2017 10:21 WIB
pt kainatal dan tahun baru
PT KAI Berbenah Antisipasi Bencana Alam Ganggu Perjalanan Kereta
Petugas memberangkatkan kereta dari Stasiun Besar Tegal, Jawa Tengah -- medcom.id/Kuntoro Tayubi

Tegal: PT KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mulai melakukan berbagai antisipasi bencana alam, seperti tanah longsor dan pohon tumbang di jalur perlintasan kereta api. Hal ini dilakukan supaya perjalanan kereta api lancar saat masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko menjelaskan upaya yang dilakukan, yakni memeriksa seluruh lintasan dan mengecek kesiapan petugas. Termasuk mengecek alat pengaman, kondisi jalur, melakukan perbaikan atau penggantian peralatan, serta mengecek perlintasan sebidang tanpa izin atau liar.

"Saat masa angkutan Natal dan Tahun Baru, semua pegawai ditugaskan berjaga di posko secara bergantian. Jika ada yang mengajukan cuti, terpaksa akan ditangguhkan," kata Ixfan di Puwokerto, Jawa Tengah, Minggu, 17 Desember 2017.

Ixfan memastikan hasil pemeriksaan secara teknis tidak ada kendala dan bisa dikatakan siap untuk menunjang kesiapan angkutan. Mulai dari kesiapan sarana, prasarana, dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Guna mengantisipasi terjadinya bencana alam di perlintasan, disiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 17 titik. Di antaranya, di resort 5.1 Slawi, resort 5.2 Prupuk, dan resort 5.3 Bumiayu.

"Alat dan material yang disiapkan berupa perancah, bantalan kayu, balas kricak, dan pasir. Alat itu siap ditarik sewaktu-waktu ke lokasi kejadian untuk mengatasi gangguan jalur rel seperti longsoran dan amblesan," ungkapnya.

Sementara, untuk mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan KA di wilayah Daop 5, ada penambahan petugas ekstra yang bekerja sebagai petugas pemeriksa jalur (PPJ) sebanyak 47 orang, petugas jalan lintasan (PJL) sebanyak 23 orang, dan penjaga daerah rawan (PDR) sebanyak 26 orang.

"Total ada 96 orang petugas ekstra yang akan dikerahkan selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru," pungkasnya.


(NIN)