Bangun Sepuluh Shelter Baru, Cara Menyelamatkan Trans Jogja

Patricia Vicka    •    Selasa, 24 Oct 2017 20:24 WIB
transportasi
Bangun Sepuluh Shelter Baru, Cara Menyelamatkan Trans Jogja
Warga menunggu bus Trans Jogja di sebuah shelter di Yogyakarta, Selasa 24 Oktober 2017, MTVN - Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Trans Jogja masih belum diminati warga pengguna transportasi umum. Lantaran itu, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta pun berusaha menyelamatkan bus Trans Jogja dagar tak kalah bersaing dengan transportasi berbasis aplikasi (online) yang kian diminati.

Kepala Bidang Sarana dan Prasaranan Unit Pelakasana Teknis (UPT) Trans Jogja Dinas Perhubungan DIY, Arief Rachman Hakim mengatakan membangun 10 shelter baru dan 10 halte baru untuk mendukung keberadaan Trans Jogja. Dua sarana itu dibangun di sekitar pemukiman ramai penduduk.

“Kebanyakan halte yang baru kami bangun ada di Kota Yogyakarta misalnya di daerah Baciro, kami bangun dua buah halte baru,” ujar Arief ditemui di Kantornya di daerah Babar Sari Yogyakarta, Selasa 24
Oktober 2017.

Sejumlah halte eksisting di lokasi yang sepi penumpang dipindahkan ke wilayah sepanjang Jalan Ring Road Utara. Misalnya di halte belakang SGM Kenari, Karangjati, Lowanu Jalan Pramuka dipindah ke daerah Depok
di sepanjang Ring Road Utara. 

“Dipindah ke Ringroad Utara karena di sana dilewati Trans Jogja jalur baru. Penumpangnya cukup ramai
sehingga tidak cukup hanya halte portable,” jelasnya.

Pemda pun meletakkan shelter portable di lokasi bekas halte eksisting sebagai tempat naik dan turun penumpang. Shelter yang selama ini tanpa atap peneduh turut direvitalisasi. UPT Trans Jogja menambah atap
peneduh serta lampu penerangan di beberapa shelter.

Sementara itu UPT turut merevitalisasi shelter yakni menambahkan atap pelindung serta lampu penerangan. Selama tahun 2017 ada 37 shelter yang direvitalisasi agar penumpang nyaman dan aman menunggu bus Trans
Jogja. Shelter yang direvitalisasi berada diantaranya di Ring Road Utara dekat markas Polda DIY

“Tahun 2016 ada 17 Shelter yang kami beri atap dan lampu penerangan. Kalau tahun ini ada 37 buah. Tahun depan belum ada yang mau ditambah. Biar penumpang ga kepanasan atau kehujanan lagis aat tunggu Bus Trans Jogja,” jelasnya.

Pada tahun 2018 UPT Trans Jogja berencana membangun 10 halte trans Jogja baru di lokasi yang dilewati jalur baru Trans Jogja. Tujuannya untuk mendekatkan diri pada masyarakat agar mudah mengakses Trans
Jogja.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian UPT Trans Jogja Sigit Wahyu mengakui minat warga Yogyakarta untuk naik Trans Jogja semakin berkurang sejak hadirnya transportasi online.

Lamanya waktu kedatangan serta suasana halte dan shelter yang tidak nyaman adalah salah satu faktor warga enggan menaiki Trans Jogja. Pemda DIY tidak tinggal diam untuk menarik minat masyarkat terhadap
Trans Jogja. 

Padahal pada April 2017, UPT Trans Jogja membuka 9 jalur baru dari 8 jalur yang ada. Jumlah bus baru untuk melayani rute-rute baru turut ditambah berkala sebanyak 54 buah.

“Ke depan Dishub akan mengevaluasi dan mengadakan studi kemacetan Yogyakarta dan bagaimana supaya Trans Jogja bisa sebagai solusi mengurangi kemacetan itu,” jelasnya.

Hingga kini ada 105 bus Trans Jogja. Bus tersebut melayani angkutan penumpang di 17 rute.


(RRN)