Penggerebekan Pabrik PCC

Solo Segera Data Ulang Pengguna Indekos dan Rumah Sewa

Pythag Kurniati    •    Selasa, 05 Dec 2017 16:29 WIB
obat berbahayapil maut pcc
Solo Segera Data Ulang Pengguna Indekos dan Rumah Sewa
Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo (batik coklat) saat melakukan sidak di distributor bahan kimia dan apotek, Selasa, 5 Desember 2017. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memerintahkan jajarannya mendata ulang indekos dan rumah sewaan usai penggerebekan rumah yang disulap jadi pabrik PCC di Solo. Pengawasan yang tidak ketat membuat pemerintah dan masyarakat Solo 'kecolongan'.

"Ini sudah mulai dilakukan (pendataan indekos dan rumah sewa). Jangan sampai terulang seperti yang kemarin," ungkap pria yang akrab disapa Rudy usai melakukan sidak di sejumlah apotek, Selasa, 5 Desember 2017.

Rudy menggerakkan seluruh perangkat mulai dari RT, RW, lurah hingga camat. Mereka diminta melaporkan data rumah indekos, rumah sewa beserta identitas penghuni dan peruntukkannya.

Rudy juga mendorong aturan wajib lapor 1x24 jam kembali ditegakkan. "Harus tegas, lebih-lebih dengan orang yang bukan warga setempat," papar dia.

(Baca: Wali Kota Solo Sebut BPOM Kecolongan)

Ia mengemukakan, pelaku yang terlibat dalam operasional pabrik PCC menempuh jalan nekat. Salah satunya dengan memilih lokasi pabrik di tengah kota.

Cara ini sering dipakai pelaku kejahatan untuk mengelabuhi petugas. Beruntung, jaringan Pil PCC Solo sudah mulai terendus sejak beberapa bulan belakangan.

"Sudah sekitar 5 bulan yang lalu penelusurannya," kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso.

Kurang lebih satu minggu, BNN dan polisi terus memantau rumah di Cinderejo, Banjarsari, Solo. Setelah diyakini tempat itu merupakan pabrik PCC, BNN dan kepolisian segera melakukan penggerebekan.

(Baca: BNN Gerebek Pabrik PCC di Tiga Kota)


(SUR)