Kampus UMY Rusak Diterjang Angin Kencang

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 14 Nov 2016 16:13 WIB
angin kencang
Kampus UMY Rusak Diterjang Angin Kencang
Sepeda motor tertimpa atap perparkiran kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta akibat angin kencang, Senin (14/11/2016). (Metrotvnews.com/dok Facebook)

Metrotvnews.com, Bantul: Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin 14 November. Atap lokasi parkir di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) roboh menimpa sepeda motor.

Kepala Biro Humas dan Protokol UMY, Ratih Herningtyas mengungkapkan peristiwa itu terjadi begitu cepat dalam tempo setengah jam. Ia menyebut, saat itu mahasiswa sedang menjalani perkuliahan.

"Hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Mahasiswa sempat panik," kata Ratih saat kepada Metrotvnews.com.

Ratih menjelaskan, kerusakan terjadi di Gedung Unit E VI, tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Sebuah kaca jendela kelas pecah diduga akibat kencangnya angin yang terjadi di luar ruangan.

Menurutnya, hal itu ditambah dengan tidak kuatnya baut yang mengaitkan teralis dengan buku-buku jendela. "Teralisnya kemudian lepas dan kacanya pecah," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UMY ini.

Selain merusak jendela ruang kelas, salah satu parkiran di UMY juga sempat ambruk dan menimpa puluhan sepeda motor milik mahasiswa. Parkiran tersebut juga berada di sekitar Gedung Unit E. "Mungkin karena bangunannya masih semi permanen, kena angin kencang jadi sengnya roboh menimpa motor," kata dia.

Ia menambahkan, dampak kerusakan tersebut telah dibersihkan tak lama usai kejadian. Menurutnya, ini kejadian yang kedua kalinya UMY terdampak hujan yang disertai angin kencang.

"Tahun lalu juga pernah ada, malah di beberapa lokasi. Banyak pohon tumbang dan ada papan pengumuman roboh. Bersyukur kejadian sekarang tidak parah," ujarnya.

Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto menyatakan belum memperoleh data lengkap akibat hujan disertai angin kencang di kawasan Bantul. "Kami masih lakukan pendataan," jelasnya.


(SAN)