Bule 'Menyamar' jadi Abdi Dalem Dapat Gunungan Grebeg

Patricia Vicka    •    Sabtu, 02 Sep 2017 19:54 WIB
iduladha 2017
Bule 'Menyamar' jadi <i>Abdi Dalem</i> Dapat Gunungan Grebeg
Jay Arms dan Frank Walsh, dua bule Amerika yang amat senang bisa dapat Gunungan Grebeg Keraton Yogyakarta. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ratusan warga Yogyakarta berebut mengambil Gunungan Grebeg Keraton Yogyakarta di Masjid Kauman Yogyakarta. Dua orang pria bule 'menyamar' jadi Abdi Dalem Keraton terlihat di tengah kerumunan, tampak berusaha ikut mengambil Gunungan Grebeg.

Walau nampak kesulitan bergerak karena memakai kain, keduanya berjalan perlahan menerobos kerumunan untuk mengambil hasil bumi. Dengan semangat mereka mengambil sebuah wajik kering yang ditancapkan ke dalam Gunungan Grebeg.

Dua pria asing ini terlihat mengenakan baju Sorjan dipadu kain batik dan blangkon di kepala. Jay dan Frank, begitu nama kedua bule itu. Namun bukan mata-mata, mereka adalah Abdi Dalem 'resmi'.

"Rasanya seru sekali. Saya baru pertama kali jadi abdi dalem dan ikut prosesi ini," tutur Jay Arms usai berebut gunungan di Masjid Kauman Yogyakarta, Sabtu 2 September 2017.

Mereka berdua adalah mahasiswa Amerika Serikat yang tengah magang di Tepas Tanda Yekti (Bidang Informasi, Humas dan Sektretariatan) Keraton Yogyakarta. Jay menjelaskan magang menjadi abdi dalem keraton Yogyakarta untuk belajar lebih dalam budaya Jawa.

"Disertasi saya salah satunya membahas soal gamelan. Maka saya magang disini selama dua bulan," jelas Jay dengan bahasa Indonesia fasih di Masjod Kauman Yogyakarta, Sabtu 2 September 2017.

Ia mengaku diajak abdi dalem Keraton lainnya untuk  mengikuti prosesi rebutan Grebeg hasil bumi. Frank Walsh, mahasiswa magang lain, juga merasa senang bisa turut terlibat dalam prosesi budaya tahunan jelang Iduladha khas Keraton ini.

Sama seperti Frank, dia bangga bisa menjadi Abdi Dalem walau hanya berstatus anak magang selama dua bulan.  "Ikut acara ini saya jadi tahu budaya Indonesia jaman dulu. Indah sekali. Semoga bisa terus ada prosesi ini,"pungkasnya dalam bahasa Indonesia terbata-bata.

Keduanya pun mengaku amat kagum dengan usaha Pemerintah Yogyakarta melestarikan kegiatan budaya.

Grebeg Besar diadakan dalam rangka memperingati Idul Adha 1438. Pembagian Gunungan Grebeg adalah simbol ucapan syukur Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada rakyat Yogyakarta.




 


(SUR)