Lokomotif Berumur 66 Tahun akan Beroperasi di Solo

Pythag Kurniati    •    Kamis, 17 Nov 2016 15:53 WIB
kereta wisata
Lokomotif Berumur 66 Tahun akan Beroperasi di Solo
Lokomotif kuno koleksi TMII tiba di Kota Solo, Kamis (17/11/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Lokomotif uap kuno produksi Fried Krupp Jerman tahun 1950 tiba di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 17 November. Lokomotif bernomor D52099 koleksi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu rencananya akan dioperasikan untuk mendampingi kereta wisata Sepur Kluthuk Jaladara.

Penanggung jawab pemindahan lokomotif, Sitindaon Satar mengungkapkan perlu waktu tiga hari untuk menurunkan lokomotif tersebut lantarannya loko sempat dijadikan monumen di TMMI. “Penurunannya tidak menggunakan crane karena body-nya rapuh. Makanya lama,” imbuhnya.

Dari Jakarta, lokomotif diangkut dengan truk menempuh waktu lima hari. Sitindaon bilang, ada syarat khusus saat proses pemindahan berlangsung.

“Seperti harus ditancapi bambu runcing dan bendera merah putih, tidak boleh ditutup terpal dan memakai dupa,” ungkap dia. 

Ritual itu, terang dia, biasa dilakukan untuk memindahkan lokomotif kuno. Seperti yang juga dilakukan saat memindahkan loko Mak Item ke Sawahlunto.

Satar mengungkapkan lokomotif uap berbahan batu bara sepanjang 14 meter itu akan menjalani perawatan sebelum dioperasikan. Perawatan antara lain dilakukan pada roda sebab beberapa tuas telah kaku lantaran lama tidak dioperasikan.

Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo menerangkan permohonan pemindahan lokomotif kuno untuk mendampingi Sepur Kluthuk Jaladara sudah dilakukan sejak Ignasius Jonan memimpin PT KAI. “Baru bisa terealisasi, hari ini lokomotif tiba di Kota Solo,” urainya.

Pemerintah pusat, kata Rudy, menanggung seluruh biaya perbaikan. Sedangkan pemkot akan menyiapkan anggaran untuk operasional. “Nominalnya kami belum tahu. Masih akan dibicarakan,” katanya.

Rudy berharap kedatangan lokomotif uap ini dapat mengurangi beban Sepur Kluthuk Jaladara. Sekaligus memperkuat daya tarik Kota Solo sebagai Kota Budaya yang bertumpu pada pariwisata.
(SAN)