Guru Honorer K2 Mogok Kerja Terancam tak Masuk P3K

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 08 Oct 2018 09:54 WIB
tenaga honorer
Guru Honorer K2 Mogok Kerja Terancam tak Masuk P3K
Ribuan honorer K2 berunjuk rasa di depan kantor DPRD Brebes, Jawa Tengah, Selasa, 25 September 2018. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi).

Tegal: Sejumlah tenaga honorer di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang melakukan mogok kerja terancam tidak masuk dalam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Karena dinilai tidak sesuai dengan persyaratan.

"Jika tenaga honorer tetap melakukan mogok kerja secara massal, maka dapat berimbas pada dirinya sendiri," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tegal, Edi Budianto, Senin, 8 Oktober 2018. 

Baca: Ribuan Honorer di Brebes Demo Tolak CPNS

Edi menjelaskan, mogok kerja bisa menjadi bumerang tenaga kerja honorer. Dalam hal ini, Edi juga berharap agar masing-masing kepala sekolah bisa bersikap agar tidak kekurangan tenaga honorer atau pengajar.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Retno Suprobowati mengatakan, tenaga honorer yang mogok massal akan mengganggu sistem pendataan P3K.

Menurut Retno, saat ini pemerintah pusat sedang melakukan pendataan tenaga honorer untuk dimasukan pada P3K.

"Apabila perilaku tenaga honorer tidak sesuai dengan persyaratan, maka dapat dipertimbangan untuk bisa masuk dalam P3K. Karena saat ini akan ada pendataan P3K," ungkap Retno.

Sebelumnya tenaga honorer yang tergabung dalam Perkumpulan Honorer Sekolah Negeri (PHSN) Kabupaten Tegal melakukan mogok kerja secara massal sejak Rabu, 3 Okotber 2018 lalu. Mereka tidak akan berangkat kerja sebelum tuntutannya terpenuhi.


(DEN)