12 PNS di Semarang Langgar Perda Larangan Merokok

Budi Arista Romadhoni    •    Kamis, 06 Dec 2018 16:41 WIB
perda rokok
12 PNS di Semarang Langgar Perda Larangan Merokok
Pelanggar KTR menjalani sidang dakwaan di Kecematan Semarang Tengah, Kota Semarang, Kamis 6 Desember 2018.

Semarang: Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang menangkap 12 Pegawai Negeri Sipil tertangkap tangan merokok di sembarang tempat. Mereka dianggap melanggar Perda Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013, tentang kawasan tanpa rokok. 

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang, Titis Sarwa Pramono mengaku, masih banyak masyarakat belum sadar akan aturan tersebut, dan dilakukan operasi razia perokok. 

"Ini saya mutar di tempat kerja dan rumah sakit, kebetulan kok di RS Kariadi ya ada. Orang mencari sehat, malah dikasih asap rokok. Ini kami amankan dan kebetulan PNS semua, total 12 orang," katanya saat mengawal jalannya sidang di Kecematan Semarang Tengah, Kota Semarang, Kamis 6 Desember 2018. 

Menurut Titis, ke 12 PNS melanggar Perda Kota Semarang, nomor 3 Tahun 2013, tentang Kawasan Tanpa Rokok, khususnya di tempat kerja, atau di lingkungan rumah sakit. 

"Dalam KTR itu disebutkan, lingkungan tempat kerja, tempat ibadah, sarana publik, tempat bermain anak, rumah sakit, dan tempat pendidikan, tidak boleh merokok. Hukuman denda maksimal Rp50 juta, tapi ini Rp49 ribu, dan Rp 1000 administrasi," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, setelah dilakukan operasi bebas rokok, KTP dan SIM tersangka disita. Kemudian langsung digelar sidang dakwaan dan pembayaran denda. 

"Sidang dimulai jam 10, mereka tidak kami bawa, tapi mereka datang sendiri untuk mengikuti sidang dan membayar denda," ungkapnya. 

Sementara itu, Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Nur Ali mangatakan, tindakan tegas bagi perokok sembarangan adalah bentuk pendidikan bagi masyarakat. Sanksi masih sebatas denda, dan belum ke ranah tindak pidana yang lebih berat. 

"Kita juga melihat keadaan, masak kami denda sekian juta. Sementara kalau itu cukup adil ya segitu dulu," bebernya. 


(ALB)