Ganjar Serukan Lawan Golongan Antipancasila

Budi Arista Romadhoni    •    Jumat, 17 Aug 2018 15:46 WIB
hut riHUT ke-73 RI
Ganjar Serukan Lawan Golongan Antipancasila
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai memimpin upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pancasila, Semarang, Jumat 17 Agustus 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

Semarang: Memperingati Hari Kemerdekaan ke-73, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serukan semangat kebinekaan dan nilai-nilai pancasila di kehidupan sehari-hari.

"Yang penting adalah merawat negara ini, kita rawat provinsi ini. Percayalah, Negara telah dan akan hadir guna menyelesaikan persoalan warganya," katanya usai memimpin upacara Peringatan Kemerdekaan RI ke-73 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, Jumat 17 Agustus 2018.

Pemerintahan yang ia pimpin terus berbenah untuk melayani masyarakat yang transparan. Negara terus berupaya menciptakan rasa aman dan nyaman.

"Negara terus memberikan pelayanan terbaik dan berusaha mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk merawat capaian dan kemajuan pembangunan infrastruktur dengan berbagai macam cara yang bisa dilakukan.

Dia menegaskan Jawa Tengah tidak boleh disusupi paham radikal yang antipancasila. Ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk melawan semua itu.

"Munculnya paham-paham antipancasila, tampilnya sikap-sikap anti-NKRI, serta menggejalanya praktik-praktik terorisme, harus kita hadapi dengan tegas, Lawan!"

Sikap tersebut, menurutnya sebagai bentuk meneruskan perjuangan para pahlawan Kemerdekaan yang susah payah melawan para penjajah.

"Sudah seharusnya kita meneladani nilai-nilai Perjuangan para pahlawan dalam kehidupan nyata. Praktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut berharap, masyarakat Jawa Tengah dapat terbuka pikirannya. Masyarakat juga harus menjaga kebinekaan serta sikap gotong royong.

"Selalu berpikir positif, jujur dalam ucapan, teguh dalam pendirian, disiplin menjalankan tugas, punya unggah ungguh dalam pergaulan, toleran dalam bermasyarakat, tepo seliro dan selalu semangat untuk bergotong royong, bangga dan cinta atas karya anak bangsa sendiri," tandasnya.


 


(SUR)