Wartawan Pekalongan Protes Kekerasan Pers di Banyumas

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 10 Oct 2017 14:37 WIB
penganiayaankekerasan terhadap wartawan
Wartawan Pekalongan Protes Kekerasan Pers di Banyumas
Sejumlah wartawan Pekalongan melakukan aksi solidaritas atas kekerasan yang terjadi terhadap jurnalis di Banyumas. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pekalongan: Puluhan awak media wilayah Pantura, khususnya daerah Batang dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar aksi damai di halaman Mapolres Pekalongan Kota. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap empat jurnalis Banyumas yang mengalami kekerasan oleh oknum Satpol PP dan Polisi.

"Kami mengutuk keras atas tindak kekerasan terhadap empat rekan seprofesi kami di Banyumas," ujar koordinator aksi, Suryono, di Mapolres Pekalongan, Selasa 10 Oktober 2017.

Puluhan jurnalis ini membentangkan poster bertuliskan kecaman dan tuntutan. Di antaranya, menuntut Kapolres Banyumas dan Kepala Satpol PP Banyumas bertanggung jawab atas perilaku semena-mena anggotanya di lapangan.

Para jurnalis ini pun mengumpulkan alat peliputan dan kartu identitas pers di bawah tiang bendera Polres Pekalongan Kota, sebagai bentuk protes terhadap pelanggaram UU Pers dan penganiayaan yang dilakukan aparat penegak hukum.

"Kami juga menuntut agar pelaku penganiayaan diproses hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," lanjut Suryono.


Sejumlah wartawan Pekalongan melakukan aksi solidaritas atas kekerasan yang terjadi terhadap jurnalis di Banyumas. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi


Aksi damai yang dilakukan oleh puluhan jurnalis Pantura ini pun diterima oleh Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol Kristanto.

Menurutnya, kejadian di Banyumas akan menjadi bahan evaluasi pihaknya agar tidak terjadi kasus serupa di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.

"Kejadian itu akan jadi bahan evaluasi bagi kami agar kemitraan dengan awak media tetap terjaga baik. Kami berharap kejadian di Banyumas tidak terjadi di Kota Pekalongan," ujarnya.

Setelah menyampaikan aspirasi di Polres Pekalongan Kota, puluhan jurnalis ini melanjutkan aksi di kantor Satpol PP Kota Pekalongan.

Empat jurnalis di Banyumas menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh anggota Polres Banyumas dan Satpol PP. Mereka dianiaya dan diancam saat meliput pembubaran demo warga terkait PLTPB Gunung Slamet di depan kantor Bupati Banyumas, Senin malam, 9 Oktober 2017.

Satu orang diantaranya dipukul dan diinjak injak oleh petugas. Sementara jurnalis lain alat liputannya dirampas paksa dan diminta menghapus file foto.

 


(SUR)