Masyarakat Diajak Berpihak ke Aplikasi Buatan Negeri Sendiri

Pythag Kurniati    •    Kamis, 23 Nov 2017 16:46 WIB
teknologi
Masyarakat Diajak Berpihak ke Aplikasi Buatan Negeri Sendiri
Menkominfo Rudiantara saat memberikan sambutan di Festival Media 2017 di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 24 November 2017. Foto: Metrotvnews.com / Pythag Kurniati

Solo: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mendorong agar masyarakat secara bertahap beralih ke aplikasi buatan negeri sendiri. Sebab, aplikasi buatan negeri seberang yang justru berjaya. Aplikasi buatan anak bangsa bak tikus mati di lumbung padi.

"Masyarakat Indonesia ini sudah kadung (terlanjur) banyak yang menggunakan Whats App. Padahal ada aplikasi nasional," ujar Rudiantara saat menghadiri Festival Media 2017 di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 23 November 2017.

Sudah saatnya masyarakat mulai berpihak pada aplikasi buatan sendiri. Sebab sudah semakin banyak aplikasi dibuat oleh orang Indonesia. Perusahaannya pun berada di wilayah Indonesia.

"Komunikasi kami pun akan lebih mudah. Komunikasi dalam hal me-manage konten negatif," kata Rudiantara.

Kontrol lebih mudah

Kemenkominfo sempat mengancam Giphy dan Tenor  sebagai penyedia Graphic Interchange Format (GIF) pada Whatsapp. Kemenkominfo mengancam akan melakukan pemblokiran jika dalam 2x24 jam mereka tidak membersihkan konten pornografi pada GIF.

"Waktu itu banyak yang kirim pesan ke saya, 'Rud, tolong itu diblokir'," terang dia.

Kebanyakan permintaan datang dari para ibu. Menkominfo mengaku merasakan kekhawatiran para ibu jika anak mereka terpapar konten asusila. Kemenkominfo mengambil sikap menghubungi pengembang Whatsapp.

(Klik: WhatsApp Blokir Konten GIF Porno di Indonesia)

Awalnya pihak Whatsapp sempat mengatakan bahwa hal itu bukan kewenangan mereka. Mereka berdalih, persoalan tersebut adalah kewenangan Giphy dan Tenor selaku pihak ketiga penyedia GIF.

"Saya bilang, enak aja, ini kan ibarat supermarket. Kalau ada buah atau sayur yang busuk ya supermarket harus bertanggung jawab," papar Rudiantara.

Setelah mengeluarkan ancaman membuat mereka bernasib sama seperti aplikasi Telegram, akhirnya Tenor dan Giphy bersedia menghapus konten asusila. "Maka saya minta jaga betul, jangan sampai generasi muda Indonesia terpapar yang seperti ini," tandas Menkominfo.

(Baca: WhatsApp Blokir Konten GIF Porno di Indonesia)

Selain meminta masyarakat mulai berpihak pada aplikasi buatan dalam negeri, Menkominfo juga meminta masyarakat meningkatkan literasi. Tujuannya agar masyarakat bisa memilah dan memilih sehingga tidak mudah terpapar konten-konten negatif.

 


(SUR)