Abu Tours Didesak Buat Perjanjian Pemberangkatan Jemaah

Patricia Vicka    •    Rabu, 14 Mar 2018 16:37 WIB
penipuanibadah umrah
Abu Tours Didesak Buat Perjanjian Pemberangkatan Jemaah
Kantor Pusat Abu Tours di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: medcom.id/ANDI AAN PRANATA

Yogyakarta: Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DI Yogyakarta (DIY) mendesak manajemen biro umrah Abu Tours  membuat surat tertulis perjanjian pemberangkatan jemaah. Surat ini menjadi pegangan nasib ratusan jamaah Abu Tours yang tak kunjung diberangkatkan ke tanah suci.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Swasta LOS DIY Fuad mengatakan hal ini sudah disampaikan ke perwakilan manajemen kantor pusat Abu Tours pada rapat tertutup Selasa, 13 Maret 2018. Pihak manjemen pun berjanji memberangkatkan jemaah yang mau membayar biaya tambahan sebesar Rp15 juta pada 2019.

"Kami minta perjanjian tertulisnya untuk jadi pegangan. Kalau tidak tertulis nanti mereka ingkar janji," jelas Fuad melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu (14/03).

Sayangnya perwakilan manajemen enggan membuat perjanjian ini. Mereka berkilah yang memiliki wewenang membuat surat perjanjian hanyalah pimpinan perusahaan. Namun ia akan menyampaikan permintaan para jemaah ke pimpinan perusahaan Abu Tours yang bermarkas di Makassar dan Jakarta.

(Baca: Abu Tours Dilarang Terima Calon Jemaah Baru)

Usai bertemu dengan perwakilan Abu tours, LOS akan melakukan gelar perkara dugaan penipuan biro umrah Abu Tours pekan depan. LOS berencana mengadakan diskusi dan mengundang perwakilan Kanwil Kementerian Agama DIY, perwakilan Asosiasi Biro Umrah dan Haji DIY serta jajaran kepolisian DIY.

Dalam gelar perkara nanti, seluruh pelaku industry travel umrah dan haji diminta membuat solusi dan serangkaian rencana untuk mencegah peristiwa ini terulang kembali.

"Pola-pola bisnis Biro Abu Tours atau First Travel ini sudah jamaak ditemukan dan banyak terulang. Maka perlu ada kesepakatan dan solusi bersama dari para pelaku usaha supaya ga terulang kembali," pungkas Fuad.

LOS akan mengumpulkan perwakilan jemaah Abu Tours pekan depan untuk menyampaikan hasil penilaian.

Salah satu calon peserta umrah Biro Abu Tours, Irianto, mengaku pasrah dan bersabar menunggu kepastian dari manajemen Abu Tours. Namun, ia keberatan membayar tambahan biaya umrah dan berharap manajemen segera mengembalikan uang yang sudah ia setor.

"Saya menunggu kabar dari Ombudsman saja. Kalau bisa saya minta refund saja," katanya melalui sambungan telepon.

(Baca: Ombudsman Swasta DIY Panggil Manajemen Abu Tours)


(SUR)