Satu Warga Batang Positif Difteri

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 14 Dec 2017 19:00 WIB
klb difteri
Satu Warga Batang Positif Difteri
suasana lorong ruang perawatan anak yang digunakan untuk merawat anak penderita penyakit difteri di RSUP Dr Kariadi di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/12). ANTARA FOTO/Aji Styawan

Batang: Satu Warga asal Desa Penundan, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, dinyatakan positif difteri. Saat ini pasien masih menjalani perawatan di RS Kariadi Semarang. 

"Kondisinya membaik, namun dalam pengawasan selama 10 hari. Pasien berkelamin perempuan, usia 6 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Hidayah Basbeth, saat dihubungi, Kamis, 14 Desember 2017.

Basbeth menambahkan, sebelumnya ada dua warga kabupaten Batang yang memeriksakan diri di RSI Kendal. Kemudian dirujuk ke dua rumah sakit di Semarang karena diindikasi terkena difteri.

"Dari dua warga tersebut, sementara yang dinyatakan positif 1, usia 6 tahun. Negatif 1, usia 15 tahun. Mereka masih menjalani perawatan di Semarang," tambahnya.

Menurut Basbeth, setelah ditemukan kasus positif difteri suatu daerah dinyatakan KLB. Akan tetapi, walau memang statusnya KLB, namun KLB bersifat program, bukan penyakit.

"Gunanya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan rumah sakit yang ada," jelasnya.

Direktur RSUD Batang, Junaidi melalui Kasi Pelayanan Medis, Nur Hidayati, mengatakan, untuk penanganan penyakit difteri, RSUD sudah siap siaga. 

“Kalau ada ditemukan pasien difteri menjadi kejadian luar biasa, untuk itu kita menyiapkan semua tenaga kami siap menangani dan tidak ditolak dengan peralatan yang kita persiapkan," katanya.

Dalam persiapannya, pihak RSUD Batang sudah menyiapkan ruang isolasi atau kamar khusus untuk pasien difteri. Menurutnya, kamar itu kondisinya sangat tenang, tidak banyak lalu lang pengujung rumah sakit dan sirkulasi udara sangat baik dan pencahayaannya juga sangat terang. 

“Ruangan relatif tenang, tidak ada akses pengujung yang ramai, pencahayaannya cukup dan udaranyapun cukup. Kita juga sudah siapkan hepafilter serta dilengkapi dengan alat pelindung diri," jelasnya.

Ditambahkan, di RSUD Batang untuk saat ini belum ada pasien yang terkena penyakit difteri. Namun, ada dua orang yang ditengarai suspek difteri, yang kebetulan orang tersebut berada di wilayah Batang sebelah timur atau di Kecamatan Gringsing, sehingga langsung dirujuk ke Semarang yang sudah dipastikan sudah siap untuk menangani penyakit tersebut.


(ALB)