Indonesia Ladang Empuk Narkoba

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 09 Nov 2017 17:38 WIB
Indonesia Ladang Empuk Narkoba
Komandan Kodim 0712 Tegal Letkol Kav Kristiyanto membuka penyuluhan P4GN di Aula Markas Kodim setempat. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Tegal: Indonesia dinilai sebagai ladang empuk untuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Masyarakat diimbau waspada dan hati-hati ihwal peredaran barang haram tersebut. Utamanya bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.

Komandan Kodim 0712 Tegal Letkol Kav. Kristiyanto dalam Penyuluhan Prajurit, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Anggota Persit Kodim 0712 Tegal menyebut, narkoba banyak menyebar di Negara Indonesia. Peredaran dilakukan secara diam-diam.

TNI gencar memberi penyuluhan terhadap anggotanya, agar mereka ikut memberantas barang haram tersebut. "Jangan malah membantu atau menikmati hasil narkoba. Tapi kita harus menangkal, menangkap, dan melenyapkan peredaran gelap itu," tegasnya saat berbicara di Aula Markas Kodim 0712 Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Kamis, 9 November 2017.

Ancaman bagi aparat negara saat diketahui mengkonsumsi atau menyalahgunakan narkoba, lebih berat ketimbang orang sipil. Karena itu, dia mewanti-wanti kepada seluruh anggotanya supaya menghindar dari penyalahgunaan narkoba.

"Indonesia ini sudah menjadi ladang empuk narkoba, makanya kita harus hati-hati dan harus menangkalnya," pintanya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal AKBP Windarto mengatakan, bandar narkoba sudah tidak mengenal waktu, tempat dan usia saat memasarkan dagangannya. Dimana ada kesempatan, mereka akan langsung menjualnya.

Dulu, lanjut Windarto, Indonesia hanya menjadi pasar narkoba. Namun kini, Indonesia sudah berubah menjadi produsen barang haram tersebut. "Maka dari itulah, kita harus bersama-sama memberantas narkoba," ajaknya.

Windarto mengaku mendapat mandat dari Kepala BNN Pusat untuk tidak ragu menembak mati terhadap pengedar narkoba maupun pelaku bisnis narkoba. Siapapun yang terlibat penyalahgunaan narkoba harus ditindak tegas termasuk jika ada penghianat di tubuh BNN.
(SUR)