Bantul Tanggap Darurat Bencana, Dana Rp16 Miliar Siap Dipakai

Patricia Vicka    •    Kamis, 30 Nov 2017 11:46 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjirsiklon tropis cempaka
Bantul Tanggap Darurat Bencana, Dana Rp16 Miliar Siap Dipakai
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Yogyakarta: Kabupaten Bantul terdampak bencana tanah longsor dan banjir paling parah akibat Siklon Tropis Cempaka di antara wilayah DI Yogyakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menetapkan status tanggap darurat bencana per Rabu 29 Novemebr 2017.

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryono menjelaskan status Tanggap Darurat bencana ini ditetapkan hingga 12 Desember 2017. Usai status ditetapkan, pihaknya langsung menginventarisir kerusakan dan kerugian yang dialami warga, berapa banyak bantuan yang dibutuhkan warga terdampak serta fasilitas umum dan infrastruktur mana yang perlu segera diperbaiki.

"Kemarin ada empat jembatan penghubung antar daerah yang rusak. Kami cari mana yang paling parah dan membuat warga terisolir.  Contohnya jembatan di Bangunjiwo dan Kretek. Itu hanya penghubung satu-satunya akses warga keluar desa," kata Dwi melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu 29 November 2017.

Hasil inventarisir tersebut akan dijadikan dasar menghitung berapa biaya yang dibutuhkan BPBD untuk mengantisipasi dan mitigasi bencana. Usulan biaya bantuan kemudian akan diserahkan kepada Bupati Bantul.

"Nanti Bupati Bantul akan mengeluarkan besaran bantuan dari dana tak terduga yang dimiliki Pemkab Bantul. Total biaya tak terduga ada Rp16 miliar. Tapi tidak semua untuk bencana," jelas Dwi.

Proses inventarisir ditargetkan rampung pada Jumat, 1 Desember 2017. Sambil menunggu dana cair, BPBD Bantul telah mengirimkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, tikar, selimut dan keperluan rumah tangga untuk para pengungsi.

Dwi menjelaskan jumlah pengungsi dari Selasa, 28 November 2017, hingga Rabu, 29 November 2017 mencapai 4.000 jiwa. Mereka mengungsi ke rumah kerabat atau ke posko pengusngsi di balai desa atau kantor kecamatan terdekat akibat rumahnya terendam banjir.

Dwi mengatakan banjir yang menggenangi rumah warga selasa malam cukup tinggi mencapai 1,5 -2 meter.

"Tapi siang tadi banjir sudah mulai surut. Sebagian besar pengungsi sudah kembali. Yang masih bertahan di posko pengungsian sekitar 500 orang. Mereka masih berada di Balai Desa Kebon Agung dan Kantor Kecamatan Immogiri," tutur Dwi.

Berdasarkan laporan bencana Pusdalop BPBD DIY hingga Selasa pukul 13.00 WIB, longsor menerjang 45 titik di Kabupaten Bantul. Wilayah longsor sebagian besar terjadi di bawah lereng perbukitan di daerah  Selopamioro dan Wikurisari di Kecaamtan Immogiri dan Srimartani Kecamatan Piyungan Bantul.

Sementara banjir menggenangi 32 titik dan angin kencang melanda 67 titik. Daerah yang sempat terendam banjir ada di  Kecamatan Pleret, Imogiri serta Bambang Lipuro, Kretek dan Sanden.


(SUR)