Lahan Warga Penolak Bandara NYIA Diduga Dirusak

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 28 Oct 2017 12:03 WIB
infrastrukturbandara
Lahan Warga Penolak Bandara NYIA Diduga Dirusak
Salah satu area lahan terdampak pembangunan bandara Kulon Progo yang mulai diratakan. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Perusahaan mitra PT Angkasa Pura diduga merusak lahan warga penolak proyek pembangunan bandara New Yogyakarta Internatinal Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusakan tersebut disebut warga terjadi beberapa kali.

Wiji, seorang warga terdampak pembangunan bandara Kulon Progo, mengungkap peristiwa pertama terjadi pada Senin, 2 Oktober 2017. Saat itu, perusahan mitra PT Angkasa Pra bernama PT Pembangunan Perumahan (PP) mengeruk dan mengahancurkan lahan warga penolak proyek pembangunan bandara.

"Tanaman dan pepohonan di atas lahannya jadi rusak," ujar Wiji saat dihubungi pada Sabtu, 28 Oktober 2017.

Saat itu, warga kemudian menghampiri para pekerja PT PP dan menyampaikan protes. Wiji mengatakan para pekerja mengaku tak tahu jika lahan yang sedang diratakan merupakan lahan warga penolak. Kemudian, para pekerja minta maaf dan berjanji akan bertanggung jawab.

(Baca: Warga Tolak Pembangunan Bandara di Kulonprogo Kerap Diintimidasi)

Kejadian hampir sama terjadi pada Kamis, 26 Oktober 2017. Perusahan mitra PT Angkasa Pura selain PT PP, juga melakukan tindakan serupa. Wiji mengatakan mitra PT Angkasa Pura merusak pepohonan warga penolak proyek bandara.

"Kerugian yang dialami cukup parah dan banyak pepohonan yang tumbang, seperti pohon kelapa, pohon melinjo, dan pohon mangga. Sempat menuntut ganti rugi tapi tidak menemukan titik temu," ujarnya.

Ia memperkirakan ada sekitar tiga lahan warga yang rusak tanamnnya. Namun, ia tak bisa memastikan berapa total kerugiannya.

David Sastro yang juga warga terdampak pembangunan bandara, mengungapkan, masih ada warga yang menolak proyek pembangunan bandara. Warga penolak tersebut tetap menempati rumahnya meskipun area di sekitarnya sudah mulai diratakan.


Salah satu area lahan terdampak pembangunan bandara Kulon Progo yang mulai diratakan. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com telah berusaha menghubungi Humas PT PP Persero Tbk M. Girsang untuk mengkonfirmasi kejadian ini, namun sambungan telepon tidak diangkat. Sementara pesang singkat yang dilayangkan tidak dibalas.

Sementara itu, Manajer Proyek Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, R. Sujiastono, mengatakan, pembangunan bandara Kulon Progo tak akan mundur. Menurutnya, Presiden Joko Widodo tak mengubah target bandara Kulon Progo beroperasi sekitar Maret-April 2019.

Ia mengklaim dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan bandara Kulon Progo sudah keluar pada 13 Oktober 2017. "Land clearing masih berjalan. (Land clearing) lapangan selesai, kurang jalan masuk dan terminal. Nanti akan melanjutkan proses konstruksi akhir tahun," kata dia.

Menurut Sujiastono, warga yang masih menolak akan dikonsinyasikan di pengadilan. Ia mempekirakan konsinyasi akan diselesaikan akhir Oktober atau November 2017.

Sebelumnya, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo juga sempat mengatakan ada sekitar empat persen warga yang masih menolak proyek pembangunan bandara. "Kita akan lakukan pendekatan. Tak ada cara lain selain pendekatan," ungkap Hasto.


(SUR)